- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Kemenag Sulut Kecam Aksi Bom Bunuh Diri iri Bandung

Kakanwil Kemenag Sulut H Sarbin Sehe, di Manado, Kamis, (8/12/2022).
Manado, VokalOnline.Com - Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara (Sulut) mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di Bandung, Jawa Barat (7/12) pagi kemarin.
Kakanwil Kemenag Sulut H Sarbin Sehe, di Manado, Kamis, menanggapi insiden bom bunuh diri yang terjadi di Mapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu dengan rasa prihatin yang mendalam dan menyayangkan kejadian tersebut.
"Perilaku teroris aksi bom bunuh diri ini tidak dibenarkan apapun alasannya dan jelas bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan," kata Sarbin.
Dia mengatakan teroris adalah musuh agama, musuh negara dan musuh kemanusiaan.
"Oleh karena itu, kami atas nama pimpinan dan seluruh staf Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara mengutuk dengan keras perilaku aksi biadab tersebut," tegas Kakanwil.
Aksi bom bunuh diri terjadi di halaman Kantor Polsek. Aksi kekerasan tersebut dilakukan Agus Sujatno alias Agus Muslim, eks narapidana kasus terorisme bom Cicendo.
Aksi itu jelas merugikan banyak pihak. Menurut kabar terakhir dari Kapolda Jawa Barat, Irjen Suntana menyatakan diantaranya kejadian ini telah menewaskan seorang polisi dan melukai sembilan polisi lainnya. Tak hanya itu, seorang warga juga terluka karena terkena serpihan bom yang meledak saat apel pagi.
Kakanwil mengaku prihatin dengan ulah sebagian orang maupun kelompok yang masih menggunakan cara-cara kekerasan seperti halnya bom bunuh diri untuk menyampaikan perbedaan pandangan. Cara ini jelas bertentangan dengan ajaran agama mana pun yang selalu mengutamakan penghormatan, kesantunan dan keselamatan.
Atas nama Kakanwil dan seluruh jajaran turut berduka atas seluruh korban khususnya anggota polsek dan berharap keluarga korban diberi ketabahan.
Kakanwil mengajak kepada seluruh elemen bangsa, tokoh agama dan tokoh masyarakat agar mengedukasi bahwa teroris adalah musuh bersama.
Dia juga meminta untuk proaktif dalam menjaga kondusif serta menciptakan ketenangan di tengah masyarakat serta meningkatkan pola pengajaran agama secara baik dan menekankan pentingnya beragama secara moderat. **Syafira
Berita Terkait :
- Polisi Pastikan Bom Astanaanyar Berjenis Bom Panci Rakitan0
- 9 Poin Krusial di UU KUHP Mengancam Kebebasan Pers, Pasal 351-352 Ancaman Nyatanya 0
- Akan Ajuka PK, Masyarakat Seberida Minta PN Rengat Tunda Eksekusi Lapangan Bola Belilas 0
- Jamwas Ingatkan Jajaran Kejaksaan di Riau Hindari Perbuatan Tercela0
- Kejaksaan Hentikan Perkara Penadahan di Kota Dumai0
_Black11.png)









