- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
Kemenkes Klaim Tren Kasus Covid di 10 Provinsi Menurun, RS Terkendali

Pemerintah menetapkan PPKM Jawa-Bali kembali diperpanjang hingga 28 Februari 2022.
Jakarta, VokalOnline.Com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengklaim kasus Covid-19 di 10 provinsi terus mengalami tren penurunan.
Ia berkata, terdapat 6 provinsi yang kasusnya turun setelah sempat melewati jumlah kasus harian pada gelombang Delta, seperti DKI Jakarta, Banten, Bali, Maluku, Papua dan NTB.
Lalu, 4 provinsi baru masuk fase pelandaian kasus per Rabu (23/2), setelah sebelumnya menyamai atau bahkan melebihi kasus Delta.
"Keempat Provinsi dengan kasus harian melandai adalah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, serta Papua Barat," kata Nadia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/2). dilansir dari cnn indonesia.
Nadia mengklaim, tren penurunan kasus harian itu juga diikuti dengan tren penurunan positivity rate dalam seminggu terakhir. Ia menyebut, hingga Rabu (23/2) DKI Jakarta, Banten, Bali, NTB, Maluku, dan Papua menunjukkan tren penurunan postivity rate.
"Sedangkan Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Papua Barat tercatat mengalami pelandaian positivity rate," ucapnya.
Selain itu, kata Nadia, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga masih terkendali, tanpa mengalami peningkatan. Keterisian tempat tidur isolasi maupun intensif Covid-19 masih terus bertahan di posisi 38 persen sejak Minggu (20/2).
"Hingga Rabu (23/2), jumlah kejadian rawat inap RS untuk pasien Covid-19 per minggunya berada di 9,02/100.000 penduduk," ucap dia.
"Angka ini masih sangat memadai dibanding puncak perawatan pasien saat gelombang Delta 17 Juli 2021 lalu yang mencapai 33,69/100.000 penduduk," imbuhnya.
Ia juga menyampaikan, tren rasio kematian (case fatality rate/CFR) mingguan per 22 Februari lalu juga mengalami penurunan 6,61 persen dari minggu sebelumnya. CFR nasional per minggunya kini berada di posisi 2,85.
Lebih lanjut, kasus kematian per 23 Februari di posisi 227 per hari. Menurutnya, angka itu jauh lebih sedikit dibandingkan puncak kematian pada gelombang Delta 27 Juli 2021 lalu yang tercatat hingga 2.069 kematian per harinya.
"Upaya-upaya penanganan dan pencegahan Covid-19 yang dilakukan pemerintah adalah untuk menekan risiko kematian bagi penduduk akibat infeksi Covid-19," ucapnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Pengalihan Lalu Lintas Situasional Saat Aksi 2502 di Kedubes India0
- Wabub Bengkalis Dampingi Kemenko Polhukam Tinjau Abrasi Pulau Muntai0
- LAM Riau Dukung Pihak yang Polisikan Menteri Agama0
- Anjing Menggonggong, Petanda Ada Iblis Lewat0
- Kapolri : Tak Usah Takut, Patuhi Prokes dan Vaksin0
_Black11.png)









