- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
KineKite Hadir Mengisi Ekosistem Perfilman Riau
Gelar Nonton Bareng Film di Living World

Ilustrasi. INT
Pekanbaru, VokalOnline.Com -KineKite menggelar nonton bareng dengan sejumlah komunitas film Provinsi Riau serta mahasiswa di Cinepolis Living World Pekanbaru, Rabu petang, 9 Maret 2022. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Riau Roni Rakhmat.
Ketua KineKite Ahmad Syafiq menjelaskan, launching ruang apresiasi Kinekite dengan pemutaran film menjadi program awal yang terus akan berkelanjutan dan menjadi program rutin Kinekite. Kegiatan ini sebagai ruang dan wadah untuk pengenalan film indonesia dan international.
Launching pemutaran film ini memutar empat film dari Festival Film Indonesia yang terbilang bergengsi di Nusantara. Yaitu Film Si manggale, Onomastika, Bermula dari A dan Film Ruah.
"Kegiatan ini kami buat untuk memperkenalkan kepada kawan-kawan di Riau agar mendapatkan referensi ketika ingin membuat film, dalam tahun ini akan rutin dua minggu sekali diadakan nonton," kata Ahmad.
Ahmad menganalogikan, ketika seorang ingin menulis maka harus banyak membaca. Begitu juga ketika ingin membuat film, maka harus banyak menonton.
Ahmad menjelaskan, bentuk film di Indonesia itu beragam dan bahkan sudah terkenal di internasional. Baik itu film indie atau bersifat industri, dan khusus untuk pemutaran perdana ini lebih banyak film indie.
Berbicara ekosistem film, Ahmad menyebut ada produksi, ekshibisi, apresiasi dan pendidikan. Namun selama ini lebih banyak komunitas di Riau fokus pada produksi film sehingga KineKite hadir dalam ekshibisi, apresiasi dan edukasi.
"Kami mencoba menawarkan, KineKite adalah ruang mencoba melengkapi ekosistem dalam ekshibisi, apresiasi dan edukasi," jelas Ahmad.
Menurut Ahmad, dalam segi edukasi film itu banyak macamnya. Bisa dengan nonton, kemudian lokakarya, workshop dan pembinaan.
"Jadi setelah nonton film, ada bedah film dan diskusi dengan para ahli," kata Ahmad.
Di sisi lain, Ahmad menyatakan membuat film tidak harus menunggu ada uang. Yang penting itu harus tahu bagaimana prosesnya dan caranya.
"Kehadiran KineKite, menjadi ruang atau wadah sebagai pelengkap ekosistem perfilman di Provinsi Riau," sebut Ahmad. (syu)
Berita Terkait :
- DPRD Bengkalis Hadiri Kenduri Tanam Padi Perdana IP 200 Desa Api-Api 0
- Mafia Tanah Bangkit, Bermain Lagi di Sinaboi0
- DWP Kabupaten Bengkalis Gelar Peringatan Isra Miraj 0
- Cabuli Anak Dibawah Umur, Buruh Berurusan dengan Polres Rohil0
- Jelang Ramadan, Harga Cabai di Pekanbaru Makin Pedas0
_Black11.png)









