- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
Jelang Ramadan, Harga Cabai di Pekanbaru Makin Pedas

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Harga sembilan bahan pokok (sembako) di Pekanbaru, Riau, naik tajam. Keluhan tidak hanya datang dari pedagang yang omsetnya menurun tapi juga pembeli karena harus merogoh koceknya lebih dalam agar dapur tetap mengepul.
Misalnya harga daging sapi segar di Pasar Cik Puan, Jalan Nangka, Pekanbaru. Daging yang biasanya dijual Rp120 ribu per kilo sudah menjadi Rp140 ribu per kilogram.
Menurut pedagang daging, Rizal, harga daging naik terjadi karena terbatasnya stok dari distributor. Sapi yang biasanya dari Lampung sudah berkurang ke Pekanbaru.
"Itukan sapi dari Australia, masuknya di Lampung, stoknya itu yang tidak ada," kata Rizal, Selasa siang, 8 Maret 2022.
Rizal menjelaskan, stok sapi lokal juga berkurang drastis. Dengan naiknya harga di pasaran, pengusaha sapi lokal juga enggan menyembelih sapi karena daya beli masyarakat pasti berkurang.
"Kalau sapi lokal jangan tanya lagi, sampai Rp250 ribu per kilogramnya, makanya gak ada yang stok," kata Rizal.
Naiknya harga dalam beberapa hari ini berimbas pada pendapatan Rizal. Jika biasanya dia bisa menjual hingga 100 kilogram, kali ini paling banyak 50 sampai 60 kilogram.
Naiknya harga daging sangat dirasakan oleh Weliani. Perempuan disapa Weli yang sehari-hari menjual sate ini berharap kenaikan harga tidak berlangsung lama.
"Sangat terasa naiknya bagi kami pedagang sate, ini juga berimbas pada harga sate yang kami buat," kata Weli.
Weli berharap pemerintah segera mengatasi kenaikan harga ini agar masyarakat tetap bisa membeli daging.
"Ini semuanya serba naik, tidak hanya daging, cabe, bawang juga," sebut Weli.
Pantauan di Pasar Cik Puan, kenaikan harga cabai dan bawang merah naik tajam dari harga normal. Cabai merah yang biasanya dibeli Rp35 ribu per kilogram sudah menjadi Rp64 ribu per kilogram.
Sementara bawang merah yang biasanya dibeli Rp25 ribu per kilogram menjadi Rp35 hingga Rp40 ribu rupiah per kilogram. Keadaan ini membuat daya beli masyarakat berkurang.
Menurut pedagang, Antoni, kenaikan harga cabai dan bawang terjadi sepekan belakangan. Faktor utama adalah berkurangnya pasokan dari Sumatra Barat dan Jawa Barat.
"Pembelinya berkurang sehingga pendapatan kami ikut berkurang," jelas Antoni.
Prediksi Antoni, kenaikan harga ini bakal terus berlangsung hingga Ramadan ini. Diapun berharap pemerintah agar bisa mencari jalan supaya masyarakat tidak tercekik karena harga pangan ini.
"Ramadan nanti kebutuhan meningkat sementara stoknya terbatas, otomatis naik," jelas Antoni. (syu)
Berita Terkait :
- Dalam Sekejap, 3 Pengedar Sabu Diringkus Polsek Seberida0
- Mahasiswa FISIP Unri Minta Hakim Hukum Berat Dekan Terdakwa Cabul0
- Polresta Pekanbaru Tangkap Lima Pengedar Sabu, Dua Tersangka Baru Bebas0
- Kunjungan DPD PWMOI Kabupaten Bengkalis ke Diskominfotik Kabupaten0
- Wali Kota Pekanbaru Raih Piala Adicita Sewaka Pertiwi Kemenpan-RB0
_Black11.png)









