- Jalan Santai HUT RI ke-81 di Siak, Wabup Syamsurizal Ingatkan Warga Waspadai Karhutla
- Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU Ricuh, Ketentuan Iddah Politik Tak Berubah
- Legislator Dapil Riau Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
- Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis
- Vendor Security RS Awal Bros Dumai Diduga Tarik Uang Pelicin, Manajemen Sebut Sudah Berganti Vendor
- INPEST Inhu Soroti Dugaan Tipikor, Kades Talang Durian Cacar dan Ketua BPD Bakal Dilaporkan
- IPP Pekanbaru Buka Layanan Hapus Tato Gratis di Senapelan
- Selain Bantu UMKM, Hendry Munief Dorong Pelaku Industri Kembangkan Industri Halal
- Kabut Asap Menurun, PDIP Kuansing Turun ke Jalan Bagikan Masker
- DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Korupsi: Harus Tegas Hukuman Mati Efek Jera Untuk Koruptor
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta Api di Jombang Satu Keluarga
.jpg)
Enam korban meninggal akibat tabrakan dengan kereta api di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/7) malam adalah satu keluarga.
Jakarta, VokalOnline.Com - Tabrakan kereta api dengan sebuah mobil di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/7) malam kemarin menyebabkan enam orang meninggal dunia. Enam korban meninggal tersebut ternyata merupakan satu keluarga.
Puji Santoso, salah seorang anggota keluarga mengatakan rombongan awalnya hendak menjenguk keluarga yang sakit di Kediri.
"Keluarga semua. Mau bertemu keluarga yang sakit. Ke sini, saya mau mengurus kepulangan (keluarga yang meninggal), rumahnya beda-beda dan mau dimakamkan," kata Puji di Jombang, Minggu (30/7) melansir Antara.
Dua orang korban luka berat sudah di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Sebelumnya, kecelakaan terjadi antara KA 423 (Rapih Dhoho) dengan mobil yang berisi satu keluarga di perlintasan sebidang tak terjaga di km 85 antara Stasiun Jombang - Sembung, Sabtu (29/7) malam.
Mobil yang berisi penuh penumpang tersebut, tertemper kereta api. Akibat hantaman kereta yang keras, sampai terseret mobil juga penyok. Akibat dari kejadian tersebut, enam orang meninggal dunia serta dua orang mengalami luka berat.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Supriyanto menjelaskan mobil tersebut diketahui melaju dari arah utara ke selatan. Sebelum kejadian, warga yang tidak jauh dari lokasi juga sudah memperingatkan.
Bahkan, warga sudah meneriaki namun sopir mobil tidak mendengar dan tetap melaju terus melewati perlintasan sehingga tidak terhindarkan menemper KA 423 Dhoho.
Enam korban meninggal, yakni Sumiowati (60), Alinsa Mareta (16), Sutrianingsih (30), Azahrah Rohmah (14), Adelia (19), dan Wahyu Koswoyo (42). Sedangkan korban yang mengalami luka berat adalah Fikri Hidayatuloh (42) dan Arimbi (13). Seluruh korban juga dilakukan evakuasi ke RSUD Jombang. Petugas juga melakukan proses evakuasi setelah kejadian itu. Mobil dievakuasi ke tepi jalan, sehingga tidak mengganggu jalannya kereta api.(vol/fit)**
Berita Terkait :
- Razia Wisma dan Indekos di Kota Bogor, 18 Pasangan Diamankan Petugas0
- Elite Golkar, PKB, PAN, dan PKN Hadir di Deklarasi PBB Dukung Prabowo0
- Firli Buka Suara Kasus Dugaan Suap Basarnas, Jelaskan Kronologi Awal0
- PDIP: Kader Membelot Tak Dukung Ganjar di Pilpres 2024 Akan Dipecat0
- Plt Bupati Asmar Ikuti RUPSLB BRK Syariah0
_Black11.png)









