- Satgas PKH Diminta Bongkar Dalang Klaim Kebun Eks PT SAL di Rakit Kulim
- Pelajaran dari Masa Lalu untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia menuju New Paradigm Tata Kelola Dunia
- Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Enok dan stakeholder serta Pihak Perusahan Tanam Ja
- APBD Kepulauan Meranti 2026 Disahkan Rp 1,162 Triliun
- Bupati Meranti Asmar Bagikan 1.800 Takjil Ramadan di Tiga Titik Kota Selatpanjang
- RAPP Tegaskan Komitmen Cegah Karhutla di Riau Melalui Sistem Kesiapsiagaan Terpadu
- Syahrul Aidi Buka Rumah Aspirasi, Targetkan Wadah Pengembangan Komunitas dan Keahlian
- Batin Model: Suku Talang Mamak Dukung Penuh Operasional Kebun Agrinas di Eks PT SAL
- Tim Raga Beraksi Berantas Premanisme dan Genk Motor di Pelalawan
- Sinergi Pemkab dan Swasta, Bupati Asmar Resmikan Jalan Batang Malas–Tenan Sepanjang 1,8 Km
Korban Pernah Dicekoki Pelaku dengan Narkoba
Pemerkosaan Ibu Muda di Rohul

Ilustrasi. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Ibu rumah tangga di Kabupaten Rokan Hulu berinisial Z mengaku menjadi korban pemerkosaan empat pria. Korban juga mengaku kehilangan bayi setelah seorang pelaku membanting buah hatinya.
Selain itu, korban rudapaksa dari teman suaminya itu juga mengaku dicekoki narkoba oleh pelaku. Korban tak berdaya karena diancam pakai senjata dan akan dibunuh kalau bercerita kepada suami ataupun orang lain.
Korban juga mengaku mendapatkan perlakuan tak terpuji lainnya. Di antaranya disiram memakai air seni oleh pelaku. Semuanya ini sudah dilaporkan korban ke Polres Rokan Hulu.
Kapolres Rokan Hulu Ajun Komisaris Besar Eko Wimpiyanto Hartijo menyatakan pihaknya akan membuktikan semua laporan korban itu.
"Dicekoki narkoba akan ditindaklanjuti," kata pria disapa Wimpi ini, Selasa siang, 7 Desember 2021.
Penyidik akan melakukan tes urine kepada korban. Ini untuk membuktikan apakah di tubuh korban memang ada kandungan narkoba.
Terkait tindakan tidak terpuji lainnya, Wimpi menyebut baru sebatas pengakuan korban. Dia menyatakan penyidik akan mencari bukti dengan memeriksa saksi dan tindakan penyidikan lainnya.
Awalnya, kasus ini ditangani Polsek Tambusai Utara. Berkasnya sudah pernah dikirimkan ke kejaksaan negeri setempat dengan tersangka inisial DK.
Berkas DK ini masih kurang dan harus dilengkapi oleh penyidik lagi. Belakangan, korban membuat laporan pemerkosaan lagi terhadap tiga pelaku lainnya.
Polres Rokan Hulu sudah melakukan gelar perkara di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau. Kasusnya dari Polsek ditarik oleh Polres Rokan Hulu.
"Ditarik Polres karena di Polsek masih ada kekurangan," tegas Wimpi.
Menurut Wimpi, korban mengaku diperkosa tidak hanya sekali. Lokasinya juga berbeda-beda setelah korban mendapat ancaman memakai senjata tajam oleh pelaku.
Korban dan para pelaku masih satu dusun. Bahkan seorang pelaku merupakan teman suami korban karena jarak rumahnya sekitar 300 meter.
"Teman sepermainan sejak kecil," ucap Wimpi. (syu)
Berita Terkait :
- Pelaku Banting Anak Korban Hingga Meninggal Dunia0
- Jaksa Minta Hakim Lanjutkan Penipuan Investasi Puluhan Miliar0
- Nasib Ibu di Rohul Diperkosa Empat Pria Bergiliran0
- Jaksa : Berkas Dekan Unri Tersandung Cabul Belum Lengkap 0
- Berkas Karhutla PT Berlian Mitra Inti Lengkap0
_Black11.png)









