- Dekat Tanpa Jarak: Aiptu Hendrick Jadi Sahabat Petani di Dusun Sentosa
- Polsek Keritang Kawal Ketahanan Pangan, Aiptu Untung Rutin Cek Perkembangan Bank Pohon
- Polsek GAS Perkuat Sinergi dengan Petani Jagung Rambaian Demi Ketahanan Pangan
- Polsek GAS Dukung SMU IT Teluk Sungka Kelola Kebun Ketahanan Pangan
- Pancawaskita Mitra Agrinas Jalin Kebersamaan dengan Talang Mamak melalui Program Sosial
- AIPDA Ronal Soadoan Apresiasi Warga Tanam Sayur, Kunyit, dan Serai di Halaman Rumah
- Polsek Keritang Beri Motivasi BUMDes Rasau Kuning, Perkuat Ketahanan Pangan Lokal
- Briptu Pirima Edukasi Warga Tuasan Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Sumber Pangan
- Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional dan Ziarah Nasional
- Khidmat dan Kebersamaan Warnai Pelaksanaan Idul Adha 1447 H di Riau Kompleks
Kuasai Kebun Sawit PT Tugu Palma, Siti Aisyah Gunakan Dua Unit Alat Berat Untuk Bantu Masyarakat

Masyarakat sedang melakukan pembersihan lokasi kebun kelapa sawit yang ditanam oleh PT Tugu Palma di Desa Payarumbai Kecamatan Seberida Kabupaten Inhu -Riau Sabtu (22-10-2022)
Inhu, VokalOnline.Com - Sedikitnya 10 orang masyarakat Desa Payarumbai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri hulu (Inhu)-Riau, melakukan melakukan aksi claem kebun kelapa sawit yang ditanam oleh perusahaan perkebunan PT Tugu Palma. Aksi claem dan pemanenan kebun kelapa sawit serta perawatan menggunakan dua unit alat berat oleh masyarakat tersebut dibantu oleh Siti Aisyah (Calon Bupati Inhu 2020,red)
Informasi yang berhasil di himpunan dilapangan Sabtu (22/10/2022), terlihat dua kelompok masyarakat melakukan aksi panen kebun kelapa sawit yang ditanam oleh PT Tugu Palma di Desa Payarumbai, selain itu masyarakat juga saling melakukan cleam lokasi kebun sawit yang ditanam oleh PT Tugu Palma serta saling rusak pamplet penguasaan kebun sawit sesama masyarakat serta tampak dua unit alat berat ada dilokasi yang diduga dimasukan oleh Siti Aisyah.
"Kami dibantu Buk Siti Aisyah, sejak tahun 2010 lalu lahan kami ditanam kelapa sawit oleh perusahaan, saat ini perusahaan tidak lagi mengelola kebun. Memang kami sudah jual kaplingan disini, tapi saat ini kami hanya mengamankan kebun dan melakukan perawatan dari hasil panen," kata Putra Pohan bersama Sutra Pohan yang mengaku sebagai masyarakat Desa Payarumbai dilokasi kebun sawit yang ditanam oleh PT Tugu Palma.
Dikatakan Sutra Pohan, penguasaan lahan kelapa sawit yang ditanam oleh PT Tugu Palma oleh masyarakat yang ada dalam daftar Calon Petani Plasma (CPP) sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir, hal itu dilakukan oleh masyarakat dan hasil panen kebun kelapa sawit digunakan untuk perawatan kebun dan biaya nasi bungkus masyarakat yang masuk kerja diareal tersebut.
"PT Tugu Palma sudah kadaluarsa pembuatan kebun kelapa sawit untuk masyarakat Payarumbai, makanya kami mengamankan kebun dan merawat kebun kelapa sawit ini. 90 persen masyarakat dalam CPP yang ditandatangani camat Seberida dan Kepala Desa sudah melakukan penjualan," katanya menjelaskan.
Penguasaan dan panen kebun kelapa sawit yang ditanam oleh PT Tugu Palma dilakukan dalam bentuk upaya menunggu penyelesaian dari Pemerintah Desa Payarumbai dan dari pihak perusahaan PT Tugu Palma. "Kami kuasai kebun kelapa sawit ini sambil menunggu mediasi dari pihak perusahaan, pihak koperasi dan pihak desa," kata Putra Pohan bersama Sutra Pohan didampingi Siti Aisyah saat menunggu alat berat sedang bekerja diareal kebun sawit yang ditanam oleh PT Tugu Palma.
Saat penguasaan kebun kelapa sawit yang ditanam oleh PT Tugu Palma beberapa waktu lalu, kata Sultra Pohan didatangi oleh kelompok kepala desa, namun masyarakat Payarumbai minta segera dilakukan pengundian lokasi kaplingan kebun kelapa sawit masyarakat Payarumbai yang ditanam kelapa sawit oleh PT Tugu Palma tersebut.
Putra Pohan juga menjelaskan, perawatan dan penguasaan kebun kelapa sawit masyarakat Payarumbai yang ditanami kelapa sawit oleh PT Tugu Palma merupakan bentuk tanggung jawab masyarakat Payarumbai yang sudah melakukan penjualan kaplingan CPP kepada pihak lain.
"Kami mengambil kebun ini bentuk dari mintak keadilan, kebun ini selalu ditahan tahan oleh pihak pemerintah desa, selain kami ambil buat sawit ini, kelompok raja haris sudah dua tahun melakukan pengambilan buat sawit disini," jelasnya.
Lebih jauh Dijelaskanya, ada tiga kelompok yang melakukan panen dan perawatan kebun kelapa sawit yang ditanan oleh PT Tugu Palma di Desa Payarumbai tersebut, namun Putra Pohan bersama Sutra Pohan tidak tergabung dalam tiga kelompok tersebut, dimana masing masing kelompok berjumlah 70 orang.
"Kami tidak pakai kelompok, kami baru dua kali panen dalam satu bulan ini melakukan penguasaan lahan dan perawatan kebun sawit yang ditanam oleh PT Tugu Palma, sayakan sudah jual, kalau ditanya kaplingan saya yang dibeli tentu saya bingung dan inilah saya perjuangkan," kata Sultra Pohan.
Semantara itu, Siti Aisyah yang ditemui dilokasi saat menyaksikan alat berat melakukan pekerjaan pembersihan kebun kelapa sawit yang ditanam oleh PT Tugu Palma menjelaskan, kalau dirinya hadir bentuk dari membantu masyarakat. "Sesuai dengan niat saya, mengembalikan hak rakyat," ucap Siti Asiyah. **Vol-01
Berita Terkait :
- DP2KB Gelar Kegiatan Mini Lokakarya Kecamatan0
- Telah Lama di TO, Brem dan 3 Wanita Pengedar Narkoba Dibekuk Polres Inhu0
- Satgas TMMD ke 115 Kodim 03131/KPR, Gelar Penyuluhan Wawasan Kebangsaan di Lokasi Sasaran0
- Empat Orang Anggota PWI Pelalawan Dinyatakan Kompeten0
- Ajak Masyarakat Teladani Nabi Muhammad SAW0
_Black11.png)









