- Konflik Agraria Inhu, DPR RI Minta Penangguhan Penahanan Mantan Kades Sungai Raya
- Bripda Renhard Bawa Nama Polres Meranti di Riau Challenge 2026, Raih Medali Perak
- LAMR Kepulauan Meranti Siapkan Empat Agenda Besar, Digelar 19–20 September 2026
- Pemkab Meranti dan UIN Suska Riau Buka Peluang Kolaborasi Pengembangan Potensi Daerah
- Diduga Terlibat Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 64 Tahun di Inhu Masuk DPO Polisi
- Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
- Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla 13 Hektare di Bengkalis
- Perawatan Jalan Berkelanjutan, PT PAS Mitra Agrinas Pastikan Pengangkutan TBS Tetap Lancar
- Firmansyah Resmi Diumumkan Dalam Paripurna Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru
Lai Ching-te Menang Pemilihan Presiden Taiwan, Raih 40,2 Persen Suara

Calon presiden dari partai berkuasa di Taiwan, Lai Ching-te (kiri) memenangkan pemilihan presiden pada Sabtu (13/1). (Foto: AFP/PEI CHEN)
Jakarta, VokalOnline.Com - Calon presiden dari partai berkuasa di Taiwan, Lai Ching-te, memenangkan pemilihan presiden pada Sabtu (13/1). Dia meraih hasil parsial dengan memperoleh 40,2 persen suara.
Kedua lawannya mengakui kekalahan di depan para pendukungnya.
Hasil yang dihitung dari 98 persen TPS di seluruh pulau, menurut angka dari Komisi Pemilihan Umum Pusat, menunjukkan bahwa lawan utama Lai, Hou Yu-ih, tertinggal di belakang dengan perolehan 33,4 persen suara.
Hou Yu-ih, calon presiden dari partai oposisi Kuomintang (KMT) meminta maaf pada pendukungnya karena tidak mampu menggulingkan calon presiden dari Partai Progresif Demokratik (DPP) yang kini berkuasa.
"Di sini saya mengucapkan selamat kepada Lai Ching-te dan (pasangannya) Hsiao Bi-khim karena terpilih," katanya kepada para pendukungnya, seperti yang ditayangkan di AFPTV.
China sebelumnya memperingatkan bahwa terpilihnya Lai Ching-te akan menyebabkan "perang dan kemunduran" bagi pulau yang mempunyai pemerintahan sendiri itu.
Beijing sebelumnnya telah mengecam Lai, wakil presiden saat ini, sebagai seorang "separatis" yang berbahaya. Menjelang pemungutan suara, kementerian pertahanannya berjanji untuk "menghancurkan" segala upaya menuju kemerdekaan Taiwan.
Lai Ching-te adalah capres Taiwan dari Partai Progresif Demokratik (DPP). Di pemilu ini, Lai Ching-te berpasangan dengan Hsiao Bi-khim sebagai calon wakil presiden.
Lai yang menempuh studi di Universitas Harvard, pernah duduk di kursi parlemen dan menjabat sebagai walikota di wilayah Tainan. Lai disebut lebih blak-blakan dibandingkan Tsai soal kemerdekaan Taiwan.
Sementara Hou Yu-ih adalah mantan kepala kepolisian dan wali kota di New Taipei. Dia merupakan kandidat dari partai oposisi utama Kuomintang yang bersahabat dengan Beijing.
Calon presiden lainnya, Ko Wen-je mendirikan Partai Rakyat Taiwan (TPP) pada 2019, sebagai alternatif dari dua kubu politik dominan. Ia adalah mantan spesialis bedah, yang terjun ke dunia politik ketika ia pertama kali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Taipei dan menang pada tahun 2014.(fit)**
Berita Terkait :
_Black11.png)









