- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
- Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil
- 200 Karateka Inkanas Pekanbaru Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Semester I 2026
Lai Ching-te Menang Pemilihan Presiden Taiwan, Raih 40,2 Persen Suara

Calon presiden dari partai berkuasa di Taiwan, Lai Ching-te (kiri) memenangkan pemilihan presiden pada Sabtu (13/1). (Foto: AFP/PEI CHEN)
Jakarta, VokalOnline.Com - Calon presiden dari partai berkuasa di Taiwan, Lai Ching-te, memenangkan pemilihan presiden pada Sabtu (13/1). Dia meraih hasil parsial dengan memperoleh 40,2 persen suara.
Kedua lawannya mengakui kekalahan di depan para pendukungnya.
Hasil yang dihitung dari 98 persen TPS di seluruh pulau, menurut angka dari Komisi Pemilihan Umum Pusat, menunjukkan bahwa lawan utama Lai, Hou Yu-ih, tertinggal di belakang dengan perolehan 33,4 persen suara.
Hou Yu-ih, calon presiden dari partai oposisi Kuomintang (KMT) meminta maaf pada pendukungnya karena tidak mampu menggulingkan calon presiden dari Partai Progresif Demokratik (DPP) yang kini berkuasa.
"Di sini saya mengucapkan selamat kepada Lai Ching-te dan (pasangannya) Hsiao Bi-khim karena terpilih," katanya kepada para pendukungnya, seperti yang ditayangkan di AFPTV.
China sebelumnya memperingatkan bahwa terpilihnya Lai Ching-te akan menyebabkan "perang dan kemunduran" bagi pulau yang mempunyai pemerintahan sendiri itu.
Beijing sebelumnnya telah mengecam Lai, wakil presiden saat ini, sebagai seorang "separatis" yang berbahaya. Menjelang pemungutan suara, kementerian pertahanannya berjanji untuk "menghancurkan" segala upaya menuju kemerdekaan Taiwan.
Lai Ching-te adalah capres Taiwan dari Partai Progresif Demokratik (DPP). Di pemilu ini, Lai Ching-te berpasangan dengan Hsiao Bi-khim sebagai calon wakil presiden.
Lai yang menempuh studi di Universitas Harvard, pernah duduk di kursi parlemen dan menjabat sebagai walikota di wilayah Tainan. Lai disebut lebih blak-blakan dibandingkan Tsai soal kemerdekaan Taiwan.
Sementara Hou Yu-ih adalah mantan kepala kepolisian dan wali kota di New Taipei. Dia merupakan kandidat dari partai oposisi utama Kuomintang yang bersahabat dengan Beijing.
Calon presiden lainnya, Ko Wen-je mendirikan Partai Rakyat Taiwan (TPP) pada 2019, sebagai alternatif dari dua kubu politik dominan. Ia adalah mantan spesialis bedah, yang terjun ke dunia politik ketika ia pertama kali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Taipei dan menang pada tahun 2014.(fit)**
Berita Terkait :
_Black11.png)









