- Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Desa Pengalihan Sambangi Kolam Ikan Warga
- Bhabinkamtibmas Petalongan Sambangi Kebun Gambas Warga Dukung Ketahanan Pangan
- Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Ji
- Zulpen Akan Laporkan Rudi Walker Purba, Nilai Narasi yang Disebarkan Bersifat Provokatif
- Polres Indragiri Hilir Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas Kamtibmas
- Bhabinkamtibmas Kayu Raja Turun ke Kandang, Polri Kawal Ketahanan Pangan Keritang
- Polsek Keritang Perkuat Swasembada Pangan Lewat Ikan Lele
- Diduga Akibat Truk ODOL, Warga dan AMPAK Soroti Kerusakan Jalan di Sungai Rawa
- Pengcab Karate Tako Dumai Adakan UKT Semester I Tahun 2026
- Bupati Suhardiman Amby Resmi Tutup Festival Pacu Jalur Rayon I Inuman 2026
Langkah Riau Hadapi Ancaman Ketiga Gelombang Covid-19

Juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Kasus konfirmasi harian Covid-19 di Riau makin melandai setiap harinya. Data per 18 Oktober 2021 siang, hanya ada 18 warga terinfeksi virus corona di setiap kabupaten serta kota yang ada di Bumi Lancang Kuning.
Melandainya kasus harian ini justru membuat Satgas Covid-19 di Riau khawatir. Terutama ancaman gelombang ketiga menjelang pergantian tahun, jika masyarakat mulai mengabaikan protokol kesehatan.
Kekhawatiran ini beralasan. Hampir semua aktivitas di setiap sudah mulai dibuka secara penuh sehingga mobilitas masyarakat makin meningkat karena tidak ada penyekatan jalan lagi.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau juga mendapatkan peringatan dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi terkait potensi besar gelombang ketiga jika masyarakat sudah tidak memakai masker lagi, menjaga jarak dan membuat kerumunan.
Sebagai persiapan, selain penegakan disiplin protokol kesehatan di setiap sektor, Satgas Covid-19 di Riau tetap mempertahankan fasilitas medis yang ada untuk merawat pasien terkonfirmasi. Mulai dari isolasi terpadu dan kapasitas ruangan di rumah sakit.
"Yang jelas persiapan-persiapan yang sebelumnya dan fasilitas yang tersedia saat ini, tetap dipertahankan," kata juru bicara Satgas Covid-19 Riau, dr Indra Yovi, Senin siang, 18 Oktober 2021.
Selain ketersediaan ruangan perawatan di rumah sakit dan isolasi terpadu, Satgas Covid-19 di Riau juga mempertahankan keberadaan rumah oksigen.
"Dengan demikian, kalau memang terjadi seperti yang diprediksi terkait Covid-19 gelombang ketika, fasilitas-fasilitas yang kita punya masih bisa difungsikan," terang Yovi.
Sebelumnya, Ahli epidemiologi meminta Riau tetap berada dalam kehati-hatian, meski secara kuantitas angka kasus terkonfirmasi Covid-19 harian turun drastis usai lonjakan kasus Covid-19 gelombang kedua.
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Provinsi Riau dokter Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, Riau berpotensi menghadapi lonjakan Covid-19 gelombang ketiga pada Desember mendatang.
"Selalu ada potensi dan harus waspada dari sekarang," kata Wildan.
Sebagai informasi, Riau sudah berhasil keluar dari gelombang kedua Covid-19 yang menerpa sejak Juli hingga akhir Agustus lalu. Hampir semua wilayah di Riau sudah berada pada zona kuning.
Khusus Kota Pekanbaru sudah berhasil keluar dari PPKM level 4 sejak beberapa pekan lalu. Saat ini, Pekanbaru tengah melakukan upaya agar bisa berada pada PPKM level 1. (syu)
Berita Terkait :
- Sedihnya Murid dan Guru SDN 118 Lihat Tempat Belajar Hangus Terbakar0
- Nelayan Rohil Keluhkan Minimnya Tangkapan Ikan, Ini Sebabnya?0
- Polda Riau Dorong Pemkab Inhil Ciptakan Kekebalan Kelompok0
- Polisi Tetapkan Anthony Hamzah Sebagai Tersangka0
- Rohil Mulai Pakai Aplikasi Bersama Selamatkan Riau0
_Black11.png)









