- Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Desa Pengalihan Sambangi Kolam Ikan Warga
- Bhabinkamtibmas Petalongan Sambangi Kebun Gambas Warga Dukung Ketahanan Pangan
- Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Ji
- Zulpen Akan Laporkan Rudi Walker Purba, Nilai Narasi yang Disebarkan Bersifat Provokatif
- Polres Indragiri Hilir Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas Kamtibmas
- Bhabinkamtibmas Kayu Raja Turun ke Kandang, Polri Kawal Ketahanan Pangan Keritang
- Polsek Keritang Perkuat Swasembada Pangan Lewat Ikan Lele
- Diduga Akibat Truk ODOL, Warga dan AMPAK Soroti Kerusakan Jalan di Sungai Rawa
- Pengcab Karate Tako Dumai Adakan UKT Semester I Tahun 2026
- Bupati Suhardiman Amby Resmi Tutup Festival Pacu Jalur Rayon I Inuman 2026
Sedihnya Murid dan Guru SDN 118 Lihat Tempat Belajar Hangus Terbakar

Kebakaran di SDN 118 Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru.
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Kobaran api membakar SDN 118 Pekanbaru. Akibat kebakaran hebat pada Jum'at, 15 Oktober 2021, sejumlah ruangan hangus sehingga tidak bisa dipakai lagi untuk belajar.
Seorang guru, Nurjanah menceritakan, kebakaran terjadi saat dirinya sedang mengajar di salah satu ruangan. Tak lama berselang, dirinya mendengar suara ledakan di ruangan lain.
"Saya langsung keluar kelas dan lihat ke arah kantin sekaligus rumah penjaga sekolah, sudah besar aja api," kata Nurjanah.
Melihat api setelah ada ledakan pertama ini, Nurjanah sigap meminta anak-anak murid keluar kelas. Awalnya mereka diminta pergi ke lapangan sekolah.
Kemudian, ada ledakan kedua dan kobaran api makin besar. Nurjanah sendiri tak bisa memastikan suara ledakan itu berasal dari benda apa.
"Semakin besar apinya, anak-anak akhirnya kita selamatkan keluar pagar," ucapnya.
Setelah mengevakuasi murid, guru laki-laki kemudian mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya di sekolah. Upaya itu tak cukup membantu karena api semakin besar dan dengan cepat menjalar ke bangunan lainnya.
"Api langsung menjalar ke atap kelas 4 A, kelas 5 A dan kelas 5 B sama ke perpustakaan," sebut perempuan yang sudah 15 tahun mengajar di sekolah ini.
Ledakan setelah api membesar tak kunjung berhenti. Nurjanah kembali mendengar ledakan lain sehingga membuat kabel listrik besar di atas gedung perpustakaan putus.
"Semakin panik semua, warga bantu keluarin sepeda motor sama, mobil juga," ucap Nurjanah.
Nurjanah mengaku sedih atas kejadian ini. Begitu pun para guru dan siswa yang baru belajar tatap muka terbatas dalam beberapa bulan belakangan.
"Kami hanya terdiam di luar pagar sekolah," tuturnya.
Penyebab api masih dalam penyelidikan Polresta Pekanbaru. Tim laboratorium forensik Polda Riau sudah turun bersama tim identifikasi Polresta.
Sekolah ini berada di Jalan Pembina III, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir. Dalam kebakaran ini tidak ada korban jiwa tapi kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
Pemadaman awalnya dilakukan secara manual oleh guru. Petugas pemadam kebakaran datang setelah api kian besar melahap satu per satu gedung.
Adapun ruangan yang terbakar terdiri dari tiga ruangan belajar, satu ruangan unit kegiatan murid dan satu ruang perpustakaan.
Dalam kejadian ini, para guru berhasil menyelamatkan meja dan buku-buku, dibantu warga sekitar. (syu)
Berita Terkait :
- Nelayan Rohil Keluhkan Minimnya Tangkapan Ikan, Ini Sebabnya?0
- Polda Riau Dorong Pemkab Inhil Ciptakan Kekebalan Kelompok0
- Polisi Tetapkan Anthony Hamzah Sebagai Tersangka0
- Rohil Mulai Pakai Aplikasi Bersama Selamatkan Riau0
- Jaksa Nyatakan Hendra Keken Masih Jadi Target0
_Black11.png)









