- Bripda Renhard Bawa Nama Polres Meranti di Riau Challenge 2026, Raih Medali Perak
- LAMR Kepulauan Meranti Siapkan Empat Agenda Besar, Digelar 19–20 September 2026
- Pemkab Meranti dan UIN Suska Riau Buka Peluang Kolaborasi Pengembangan Potensi Daerah
- Diduga Terlibat Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 64 Tahun di Inhu Masuk DPO Polisi
- Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
- Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla 13 Hektare di Bengkalis
- Perawatan Jalan Berkelanjutan, PT PAS Mitra Agrinas Pastikan Pengangkutan TBS Tetap Lancar
- Firmansyah Resmi Diumumkan Dalam Paripurna Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru
- Jalan Santai HUT RI ke-81 di Siak, Wabup Syamsurizal Ingatkan Warga Waspadai Karhutla
Nelayan Rohil Keluhkan Minimnya Tangkapan Ikan, Ini Sebabnya?

Salah seorang nelayan di Rokan Hilir ketika berdialog dengan Kapolda Riau Irjen Agung Setya. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Nelayan Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, mengeluh minim tangkapan ikan meskipun sudah berhari-hari melaut. Hal ini membuat Kepala Polda Riau prihatin dan mengerahkan dua kapal patroli ke wilayah yang berbatasan dengan Malaysia itu.
Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi menjelaskan, kapal itu berasal dari Kota Dumai dan Pekanbaru. Dengan sistem bawah komando operasi (BKO) kapal ini bakal berusaha menjaga kapal asing tak masuk ke perairan Indonesia.
Sebelumnya, Agung sempat berdialog dengan sejumlah nelayan. Dari sana, Agung tahu penyebab minimnya tangkapan nelayan di daerah yang pernah menempati tangkapan ikan terbesar di Indonesia itu.
Kepada Agung, seorang nelayan menyebut minimnya tangkapan karena konflik di laut. Sejumlah kapal nelayan dari provinsi lain masuk ke sana membawa alat penangkapan yang dilarang.
"Kami kesulitan Bapak Kapolda, karena kapal dari daerah lain datang menggunakan alat-alat yang dilarang, seperti pukat harimau mini," keluh seorang nelayan kepada Agung.
Nelayan tadi menjelaskan, pukat harimau bisa merusak ekosistem perairan di Bagansiapiapi. Ujung-ujungnya, nelayan di sana kesulitan mendapatkan ikan.
"Belum lagi kapal-kapal besar dan canggih dari Malaysia," kata salah satu nelayan kepada Kapolda Riau.
Menanggapi keluhan ini, Agung berjanji akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk membahas banyaknya kapal dari daerah lain masuk ke Rokan Hilir. Khususnya kapal canggih yang membawa pukat harimau.
"Dua kapal dari Dumai dan Pekanbaru sudah dikerahkan ke sini agar persoalan ini selesai," tegas Agung didampingi Kapolres Rokan Hilir Ajun Komisaris Besar Nurhadi Ismanto.
Dengan pengerahan dua kapal itu, Agung berharap pengawasan di wilayah perairan Bagansiapiapi dapat dilaksanakan lebih maksimal.
"Kemudian menjaga para nelayan dapat mencari ikan dengan rasa aman dan nyaman," ucap Agung. (syu)
Berita Terkait :
- Polda Riau Dorong Pemkab Inhil Ciptakan Kekebalan Kelompok0
- Polisi Tetapkan Anthony Hamzah Sebagai Tersangka0
- Rohil Mulai Pakai Aplikasi Bersama Selamatkan Riau0
- Jaksa Nyatakan Hendra Keken Masih Jadi Target0
- Terpidana Korupsi Syarifudin Bayar Uang Pengganti0
_Black11.png)









