- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Perebutkan Piala Plt Gubernur, Dibuka Sabtu Besok
- Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM
- Rekor Berlanjut: MAN 1 Pekanbaru Jadi Penyumbang Peserta OSN Nasional Terbanyak dari Riau
- Pemko Pekanbaru Perjuangkan Hibah Aset Pemerintah Pusat Jadi Barang Milik Daerah
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Wasit dan Juri Ikuti Briefing
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Panitia Pastikan Persiapan Matang
- Sahabat Lingkungan Hidup Riau Jadi Mitra Strategis Menteri LH, Siap Perkuat Kolaborasi Jaga Bumi
- Pangeran Fortuna Bikin Kejutan, Olang Buas Tersingkir di Hari Pertama Pacu Jalur
- Sinergitas Kantor Pertanahan, Bapenda, dan IPPAT Kabupaten Rokan Hulu Perkuat Transformasi Layanan P
- Antisipasi Banjir, PT RSUP Dukung Penguatan Tanggul Sepanjang 579 Meter di Desa Pulau Burung
Mahasiswa Balas Tudingan Moeldoko soal Demo BBM Bela Orang Kaya

Ilustrasi. Demonstrasi mahasiswa.
Jakarta, VokalOnline.Com - Aliansi mahasiswa yang menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (30/9) membalas tudingan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko soal demonstrasi tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Moeldoko sempat menyebut demonstrasi mahasiswa membela kepentingan orang kaya, karena BBM subsidi justru banyak dinikmati kalangan atas. Menurut mahasiswa, pemerintah tak pernah membuka data soal BBM subsidi yang salah sasaran itu.
"Katanya, subsidi BBM itu salah sasaran. Subsidi salah sasaran apakah salah kita? Tentu bukan. Salah Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, yang bahkan sampai hari ini tak pernah membuka data berapa banyak, berapa triliun subsidi yang salah sasaran," kata Ketua BEM UI Bayu Satria Utomo dalam orasinya di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (30/9).
Bayu menyebut mahasiswa hanya dijadikan kambing hitam. Menurutnya, pemerintah saat ini ibarat bermain api dalam sekam. Bayu berpendapat rezim Jokowi mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak populis yang mengundang amarah rakyat.
"Miris sekali kita melihat rezim kita hari ini terus-terusan digerus oleh kebijakan-kebijakan yang tidak menguntungkan rakyatnya tetapi hanya menguntungkan oligarki," jelas dia. Moeldoko sebelumnya menyebut demonstrasi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM membela kepentingan orang kaya.
Dia berkata 80 persen subsidi BBM selama ini dinikmati orang kaya. Dengan demikian, ia menilai demonstrasi menolak kenaikan harga BBM membela kepentingan orang kaya. Menurutnya, masyarakat secara umum tak masalah dengan kenaikan harga BBM.**vol/jn
Berita Terkait :
- MUI soal Putri Sambo Ditahan: Polri Buktikan Semua Sama di Mata Hukum0
- Ketua Presidium FPII Audiance Dengan Kakanwil Kemenkumham RI dan Jajaran0
- Turunkan Nadiem, APTISI Riau Aksi Damai di Depan Istana Negara0
- Kompetisi Pameran dan Seni Lukis BAAA, Mengangkat Idiolog Kini Tokoh Bangsa 0
- 10 Kali Berturut-turut Raih WTP Wagubri Apresiasi OPD Pemprov0
_Black11.png)









