- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
- Jaringan Aktivis Jaga Aset Negara dari Oligarki
- Pelantikan JMSI Dumai Periode 2026-2031, Syafriadi Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
- Pilkades Di Gelar Pekan Depan Bupati Asmar Ajak Desa Melaksanakan Dengan Baik
- Bupati Asmar Pimpin Rakor Persiapan dan Tahapan Pilkades Serentak
- Cegah Karhutla, Polsek Rangsang Barat Sasar Jemaah Maulid Nabi Di Desa Lemang
Massa Buruh Sempat Ricuh Usai MK Tolak Gugatan Formil Perppu Ciptaker

Ilustrasi demo buruh menolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta, Senin (2/10).
Jakarta, VokalOnline.Com - Massa dari sejumlah elemen organisasi buruh ricuh dalam aksi mengawal putusan Mahkamah Konsitusi (MK) terkait UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja di Kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (2/10).
Pantauan CNNIndonesia.com, kericuhan terjadi antara massa Partai Buruh pimpinan Said Iqbal dengan massa Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Jumhur Hidayat.
Awalnya, massa buruh dari KSPSI Jumhur tiba di lokasi sekira pukul 15.30 WIB. Massa KSPSI Jumhur ini langsung menggelar orasi penolakan terhadap UU Cipta Kerja serta membawa sejumlah atribut yang bertulis 'Jokowi Mundur'.
Di bagian depan barisan ada massa dari Partai Buruh, tepatnya mereka berkumpul di Jalan Merdeka Barat, dekat beton pembatas jalan.
Awalnya, dua elemen massa ini menggelar aksinya masing-masing. Namun sekira pukul 16.45 WIB, massa aksi Partai Buruh yakni Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) atau Garda Metal terlibat pelemparan dengan KSPSI Jumhur.
Dari saling lempar, massa juga saling dorong. Tak lama terdengar di atas mobil Komando KSPSI yang berupaya meredam ketegangan.
"Kepentingan kita sama, cipta kerja," kata orator dari mobil komando KSPSI.
Sementara, dari atas mobil komando Partai Buruh terdengar, "Kita tunggu koordinasinya".
Pimpinan dari Garda Metal lantas menaiki mobil komando KSPSI dan meminta agar kedua belah pihak berhenti. Walhasil, massa aksi dari keduanya dapat diredam.
Sebagai informasi, KSPSI terbagi dua, yakni Pimpinan Andi Gani Nena Wea dan Pimpinan Jumhur Hidayat.
KSPSI Andi Gani masuk dalam barisan aksi bersama Partai Buruh. Sementara, KSPSI Jumhur tidak termasuk.(fit)**
Berita Terkait :
- MK Tolak Gugatan 15 Serikat Pekerja soal Perppu Ciptaker0
- ISESS Kritik Polri Tebang Pilih Tindak Artis Kasus Promo Judi Online0
- BNPB Bantah Asap Karhutla Indonesia Sudah Sampai Negara Tetangga0
- Teguh Santosa: Di Periode Kedua, Erick akan Bawa MES Melambung Lebih Tinggi0
- Ledakan di Dekat Parlemen Turki, Disebut Aksi Teroris0
_Black11.png)









