- Spanduk Bilo Ngonten Viral, Warga Minta Pemkab Siak dan PT EPE Bertanggung Jawab atas Jalan Rusak
- Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau
- INKANAS Polda Riau Borong 37 Medali, Sabet Juara Umum II di Bukittinggi
- Kodam XIX Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran Tahun 2026
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Percepat Pembangunan Jembatan Garuda Armco di Pekanbaru
- Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
- Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., Tekankan Disiplin, dan Pelayanan 110
- Tanaman Jagung di Dusun Pelangi Tumbuh Tak Merata, Polsek Keritang Siap Dampingi Petani
- Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
- Syahrul Aidi Apresiasi Putusan MK Soal Kuota Internet, Tegaskan Hak Konsumen Harus Dilindungi
Mengejutkan, IRT Korban Pemerkosaan di Rohul Ngaku Sudah Berbohong

Korban pemerkosaan di Rokan Hulu (tengah) mengaku telah berbohong dan merekayasa kasusnya. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Perempuan inisial Z yang mengaku menjadi korban pemerkosaan di Kabupaten Rokan Hulu membuat pengakuan mengejutkan. Ibu rumah tangga 19 tahun ini mengaku telah berbohong dan merekayasa peristiwa pemerkosaan yang dilakukan empat pria terhadap dirinya.
"Saya meminta maaf kepada rakyat Indonesia dan bapak polisi, Polres Rokan Hulu dan Polsek Tambusai Utara," kata Z didampingi kuasa hukumnya, Andri Hasibuan SH dan Fernando Hutagalung, Selasa siang, 21 Desember 2021.
Z juga meminta maaf Andri Hasibuan dan Fernando Hutagalung karena telah berbohong. Permintaan maaf juga diutarakan kepada Ateng dan keluarga Bahrin yang sudah dilaporkan Z ke polisi dengan tuduhan pemerkosaan.
"Kesalahan saya merugikan banyak orang, saya meminta maaf sebesar-besarnya," kata Z.
Z sadar dengan pengakuannya ini, begitu juga dengan konsekuensi kedepannya. Termasuk bila para pria yang pernah dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pemerkosaan melaporkan pencemaran nama baik.
"InsyaAllah saya siap, ini kesalahan saya," ucap Z.
Z menyatakan pengakuannya ini tidak berdasarkan tekanan dari pihak manapun, termasuk penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau yang menangani kasus ini.
Z juga mengaku tidak mendapat tekanan dari keluarga empat pria yang dilaporkannya ke polisi.
"Saya tidak mau bohong lagi karena banyak orang yang peduli sama saya, saya kasihan sama anak," ucap Z.
Pengakuan Z ini membuat suaminya, Surya, marah. Suami Z langsung meninggal ruangan konferensi pers sambil menitikkan air mata.
"Saya gak tahu kalau begini, tadi saya dibawa ke sini dengan alasan akan menyampaikan perkembangan kasus ini, rupanya seperti ini," tegas Surya.
Surya menduga istrinya sudah mendapat tekanan dari keluarga empat pria yang dilaporkannya ke polisi.
"Itu Ateng ada di bawah pasti istri saya sudah mendapatkan tekanan," tegas Surya.
Sebagai informasi, Z beberapa pekan lalu mengaku diperkosa oleh empat pria yang merupakan teman suaminya. Satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, sementara sisanya masih berstatus terlapor.
Kepada wartawan kala itu, Z mengaku beberapa kali diperkosa. Bahkan dia mengaku kehilangan bayinya karena menyebut seorang pelaku sempat membanting bayinya hingga meninggal dunia.
Kasus ini awalnya ditangani Polsek Tambusai Utara selanjutnya diambil alih oleh Polres Rokan Hulu. Kasus ini kemudian menjadi atensi Polda Riau dan membentuk tim antara Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Satuan Reserse Kriminal Polres Rokan Hulu. (syu)
Berita Terkait :
- Warga Kampar Ditangkap Polisi Sebar Hoax Soal Vaksin0
- Kejari Selamatkan Aset Pemda Kampar di Kota Padang0
- Menunggu Penyerahan Tersangka Korporasi Pembakar Lahan di Siak0
- Warga Gugat Wali Kota Pekanbaru ke Pengadilan0
- Aksi Debus Ancam Polisi yang Gagalkan Peredaran Sabu0
_Black11.png)









