- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
Minyak Perpanjang Kerugian Karena Kekhawatiran Resesi Meningkat

Pasar minyak tetap di bawah tekanan karena investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga AS akan menghambat pemulihan ekonomi dan mengurangi permintaan bahan bakar.
Tokyo, VokalOnline.Com - Harga minyak turun dua persen di awal perdagangan Asia pada Kamis, memperpanjang kerugian dari hari sebelumnya, karena investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga AS yang agresif dapat memicu resesi dan mengurangi permintaan akan bahan bakar.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS jatuh 2,39 dolar AS atau 2,3 persen menjadi diperdagangkan di 103,80 dolar AS per barel pada pukul 00.31 GMT. Minyak mentah berjangka Brent merosot 2,24 dolar AS atau 2,0 persen, menjadi diperdagangkan di 109,50 dolar AS per barel.
Kedua harga acuan minyak jatuh sekitar 3,0 persen pada Rabu (22/6/2022) untuk mencapai level terendah sejak pertengahan Mei.
Para investor terus menilai seberapa khawatir mereka tentang bank-bank sentral yang berpotensi mendorong ekonomi dunia ke dalam resesi, karena mereka berusaha untuk mengekang inflasi dengan kenaikan suku bunga.
"Pasar minyak tetap di bawah tekanan karena investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga AS akan menghambat pemulihan ekonomi dan mengurangi permintaan bahan bakar," kata Kazuhiko Saito, kepala analis di Fujitomi Securities Co Ltd.
"Hedge fund AS dan Eropa telah menjual posisi mereka menjelang akhir kuartal kedua, yang juga mendinginkan sentimen investor," katanya, memprediksi WTI bisa turun di bawah 100 dolar AS per barel sebelum libur 4 Juli di Amerika Serikat.
Federal Reserve tidak mencoba untuk merekayasa resesi untuk menghentikan inflasi tetapi berkomitmen penuh untuk mengendalikan harga, sekalipun hal itu berisiko terhadap penurunan ekonomi, kepala bank sentral AS Jerome Powell mengatakan pada Rabu (22/6/2022).
Presiden AS Joe Biden, sementara itu, meminta Kongres untuk meloloskan penangguhan tiga bulan pajak bensin federal guna membantu memerangi rekor harga di SPBU dan memberikan bantuan sementara bagi keluarga Amerika musim panas ini.
"Berita itu untuk sementara mendorong harga produk minyak, tetapi kemudian dilihat bahwa bahkan jika pajak bensin ditangguhkan, harga eceran akan tetap tinggi, sehingga sulit untuk merangsang permintaan," kata Saito dari Fujitomi.
Badan Informasi Energi AS mengatakan data minyak mingguannya, yang dijadwalkan untuk dirilis pada Kamis, akan ditunda karena masalah sistem hingga setidaknya minggu depan. **Fira
Berita Terkait :
- Rendah Realisasi Pencarian, Pemrov Riau Dorong SKPD Percepat Kegiatan APBD 20220
- Menempuh Jalan Estrim Menuju Daerah Terisolir, Pj Bupati Kampar Setir Mobil Sendiri 0
- Laba Bersih BTN Meningkat 49,19 Persen0
- Jerman Tolak Rencana UE Larang Mobil Berbahan Bakar Fosil Mulai 20350
- Direktorat Pembagunan Sarana dan Prasarana Desa, Tinjua Pasar Pekan Tua Desa Koto Perambahan 0
_Black11.png)









