- Selain Bantu UMKM, Hendry Munief Dorong Pelaku Industri Kembangkan Industri Halal
- Kabut Asap Menurun, PDIP Kuansing Turun ke Jalan Bagikan Masker
- DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Korupsi: Harus Tegas Hukuman Mati Efek Jera Untuk Koruptor
- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
Muhaimin Nilai Perlu Kebijakan Afirmatif Pro Kaum Muda

Butuh pendekatan baru untuk optimalkan potensi yang dimiliki generasi muda kita.
Jakarta, VokalOnline.Com - Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar menilai perlu kebijakan afirmatif yang pro terhadap kaum muda, salah satunya dengan mendirikan kementerian yang khusus menggawangi ragam potensi dan minat mereka.
Menurut dia, Indonesia memerlukan pendekatan baru dalam menyambut gelombang besar generasi milenial dan Z.
"Butuh pendekatan baru untuk optimalkan potensi yang dimiliki generasi muda kita. Di level kebijakan kita butuh 'affirmative action' untuk memastikan potensi besar kaum muda Indonesia terfasilitasi," kata Muhaimin, di Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan, tindakan afirmatif bisa diwujudkan dalam kebijakan pemerintah yang pro terhadap kaum muda, salah satunya dengan mendirikan kementerian yang khusus menggawangi ragam potensi dan minat mereka.
Muhaimin membayangkan Kementerian Pemuda dibentuk setingkat kementerian koordinator, kemudian optimalisasi potensi kaum muda milenial dan gen Z ada di setiap kementerian dan lembaga.
"Lalu dana anggaran sebesar 20 persen dari ABPN khusus untuk mengoptimalkan potensi kaum muda. Di level pemda juga begitu, mestinya menyiapkan 'coworking space', bila perlu ditingkatkan sampai level kecamatan," ujarnya.
Ketua Umum DPP PKB itu menjelaskan, kaum milenial dan juga gen Z punya potensi yang luar biasa karena kreativitas, energi dan semangatnya bisa menjadi modal masa depan Indonesia yang lebih baik.
Karena itu, dia menilai generasi milenial dan Z perlu diberikan ruang, kesempatan dan fasilitas yang memadai, sehingga mereka akan terus memiliki temuan baru dan langkah-langkah produktif buat kehidupan buat seni budaya dan buat kehidupan.
Dari sisi politik, menurut Muhaimin, kaum muda tidak boleh antipati karena dengan berpolitik kaum muda dapat menentukan perubahan bangsa.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil survei yang menyebut jumlah penduduk Indonesia hingga 2020 didominasi generasi Z dan generasi milenial. Generasi Z adalah penduduk yang lahir pada kurun tahun 1997-2012, dan generasi milenial yang lahir periode 1981-1996.
Survei yang dilakukan sepanjang Februari-September 2020 diperoleh hasil, yaitu jumlah generasi Z mencapai 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94 persen dari total populasi berjumlah 270,2 juta jiwa. Sementara itu, generasi milenial mencapai 69,90 juta jiwa atau 25,87 persen. **Fira
Berita Terkait :
- Mantan Gubernur Rusli Zainal Resmi Bebas Dari Lapas Pekanbaru0
- Kajati Riau Pimpin Tabur Bunga Makam Pahlawan 0
- 30 Perusahaan Pindah Ke RI, Investasinya Capai Rp140 Triliun0
- Empat Perusahaan Di Tapung Hulu Kembali Disegel Pemda Kampar0
- Program PJU Tenaga Surya Aspirasi Anggota DPR-RI M.Nasir,65 Titik untuk 22 desa di Kuansing0
_Black11.png)









