- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
Naik Kedarat, Buaya MangsaTernak Warga Mulai Resah

Bagansiapiapi, VokalOnline.Com - Buaya kini jadi ancaman serius masyarakat Suak Air Hitam Kecamatan Pekaitan Rokan Hilir.
Kini pemilik ternak, lembu,kambing,ayam resah atas habitat buaya berjumlah besar.
Buaya ini diperkirakan sudah berkenbang biak dan saat banjir beberapa waktu lalu sudah sampai ke anak-anak sungai, parit galian (Beko).
Dimana keberadaan parit galian ini sebagai suplai air untuk lahan pertsnian warga setempat.
Sabtu (9/11/2024) pagi ini,seekor lembu milik Syamsul telah dimangsa buaya di kebun di areal N.18 (Navigasi) Suak Air Kecamatan Pekaitan.
Warga N.18 menyebutkan lembu milik Syamsul tersebut telah mati dimangsa buaya dan sempat dilihat warga.
" Warga sudah lama melihat buaya mengejar ternak milik warga,juga terhadap warga, " Aku Syafitri,warga setempat.
Warga Kecamatan Pekaitan ini menyebutkan buaya-buaya ini semakin banyak terlebih pasca banjir beberapa waktu lalu.
" Buaya sungai sudah sampai ke parit dan galian navigasi, anak sungai,sebab kebiasaan buaya bmjika akan bertelur akan ke darat, " Ujar Syafitri.
Kini pinggiran sungai,parit galian, navigasi tidak aman lagi bagi masyarakat akibat keberadaan hewan gladiator bergigi tajam ini yang kapan saja akan memakan korban.
Saat ini yang dilakukan pihak terkait sebatas mendirikan baleho pengumuman agar waspada saat beraktifitas di sungai,parit dan navigasi karena banyak buaya. (Hy)
Berita Terkait :
_Black11.png)









