- Jalan Santai HUT RI ke-81 di Siak, Wabup Syamsurizal Ingatkan Warga Waspadai Karhutla
- Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU Ricuh, Ketentuan Iddah Politik Tak Berubah
- Legislator Dapil Riau Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
- Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis
- Vendor Security RS Awal Bros Dumai Diduga Tarik Uang Pelicin, Manajemen Sebut Sudah Berganti Vendor
- INPEST Inhu Soroti Dugaan Tipikor, Kades Talang Durian Cacar dan Ketua BPD Bakal Dilaporkan
- IPP Pekanbaru Buka Layanan Hapus Tato Gratis di Senapelan
- Selain Bantu UMKM, Hendry Munief Dorong Pelaku Industri Kembangkan Industri Halal
- Kabut Asap Menurun, PDIP Kuansing Turun ke Jalan Bagikan Masker
- DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Korupsi: Harus Tegas Hukuman Mati Efek Jera Untuk Koruptor
NasDem dan Demokrat Beda Sikap soal Penentuan Cawapres Anies

Nasdem dan Demokrat beda sikap soal Anies. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta, VokalOnline.Com - Partai NasDem dan Partai Demokrat berbeda sikap tentang waktu penentuan bakal calon wakil presiden (cawapres)pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali sempat menyebut bakal cawapres Anies tak diumumkan dalam waktu dekat. Sementara itu, Demokrat mendesak pengumuman segera dilakukan.
"Saya berharap @aniesbaswedan segera mendeklarasikan cawapresnya sebagai taktik menaikkan elektabilitasnya. Beberapa kawan dari Nasdem harap lebih bijak soal ini. Adapun tim 8 segera mengevaluasi capaiannya," kata Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief melalui akun X (twitter), Senin (21/8).
Dia juga mendorong Anies bersikap tentang penentuan pendampingnya. Andi tak ingin Anies pilih kasih terhadap partai-partai di dalam koalisi.
"Buat @aniesbaswedan harus memperlakukan 3 partai dengan posisi yang sama. Tidak ada partai yang diberi keistimewaan," cuitnya.
Sebelumnya, Anies Baswedan telah menjadi bakal capres sejak 3 Oktober 2022. Partai NasDem menjadi partai pertama yang mendeklarasikan dukungan terhadap Anies.
Lalu Partai Demokrat dan PKS menyusul. Mereka membentuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan sebagai payung dukungan terhadap Anies.
Meski telah terbangun hampir setahun, koalisi itu belum sepakat soal baka cawapres pendamping Anies. Demokrat terus mendorong ketua umumnya-Agus Harimurti Yudhoyono-agar dipinang Anies. Akan tetapi, NasDem belum kunjung setuju.
"Saya katakan tidak ada deklarasi dalam waktu dekat ini," ucap Ahmad Ali saat ditemui wartawan di Cipinang, Jakarta, Sabtu (19/8).(vol/fit)**
Berita Terkait :
- Respons Hasil Survei, PDIP Evaluasi Strategi Pemenangan Ganjar0
- Film Strategis Melestarikan Bahasa Daerah0
- HUT RI, Pesan Bung Karno dan Pemilu 2024 0
- Kapitra Menilai Ada Intrik Politik Dibalik Judicial Review Usia Capres - Cawapres0
- Belum Bubar Demo, Buruh Mulai Rusak Blokade dan Bakar Kayu0
_Black11.png)









