- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
Operasi Pasar Minyak Goreng Curah Murah Pemprov Riau Diserbu Warga

Pekanbaru, Vokalonline.Com- Operasi pasar minyak goreng murah yang digelar Pemprov Riau di Pasar Selasa, Panam Pekanbaru diserbu masyarakat setempat. Warga berbondong-bondong datang ke Pasar Selasa untuk membeli minyak goreng curah murah dengan membawa jerigen kosong.
Syaratnya cukup mudah, warga cukup hanya dengan membawa foto copy KTP yang kemudian didata oleh petugas tidak ada pembatasan jumlah minyak goreng yang dibeli oleh warga. Warga dapat membeli minyak goreng curah dengan harga miring, hanya Rp 14.500 rupiah perkilogram.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Riau, Lisda Erni, Rabu (1/6/2022) mengatakan, total ada 7.500 kilogram minyak curah subsidi yang disediakan oleh dinas perindustrian dan perdagangan Provinsi Riau dalam kegiatan operasi pasar minyak curah.
"Minyak goreng curah dijual dengan harga 14.500 perkilogram, warga yang membeli minyak goreng tidak dibatasi dan diperuntukan kepada masyarakat umum," kata Lisda.
Operasi pasar minyak goreng curah dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan minyak goreng yang lebih murah dari kemasan sederhana dan premium.
Sementara saat disinggung apakah program ini masih akan terus berlanjut meski sudah ada kebijakan pencabutan subsidi dari pemerintah pusat, pihaknya belum bisa memastikan.
"Memang program ini kan awalnya dulu direncanakan hanya enam bulan, kalau tidak salah kita mulai dulu di bulan Februari, seperti apa kelanjutanya kita tunggu arahan dari pusat lah," katanya. **Fira
Berita Terkait :
- Apresiasi Gagalkan Upaya Jambret, Dishub Dan Mitra Beri Reward Jukir0
- AMPR Nyatakan Sikap, Siap Menjaga Marwah Datuk Setia Amanah0
- Polisi Diminta Ungkap Actor Pemukulan Wartawan Meranti Ali Imran0
- Taufik Tambusai: Hargai Kami, Jangan Pancing Perpecahan0
- JMSI Riau Mengutuk Aksi Premanisme Terhadap Wartawan Di Meranti0
_Black11.png)









