- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
- Jum'at Keliling, Kapolres Pelalawan Sambangi Masjid Al Aziim
- Polres Inhu Gelar Razia Sarang Narkoba di Kambesko, Dukung Terwujudnya Kampung Bersinar
- Perebutkan Piala Bupati, Kejuaraan Drumband Inhu Resmi Dibuka
- Syahrul Aidi Dukung MUI dan Forkomnas, Minta Pemerintah Konsisten Bela Palestina
- 600 Atlet INKANAS Berlaga di GDR Open Championship 1 Riau, Matangkan Persiapan Menuju Piala Kapolri
- Kasus ISPA di Meranti Capai 6.825 Kasus, Dinkes Minta Warga Waspadai Dampak Kabut Asap
Pakar Nilai Salah Kaprah Singgung Gaza soal Pertahanan di Debat Capres

Jakarta, VokalOnline.Com - Sejumlah pengamat buka suara usai calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mengatakan Indonesia bisa seperti Gaza tanpa kekuatan militer.
"Kalau dibuka buku ilmu pengetahuan yang dasar kekuatan nasional harus ada kekuatan militer," ujar Prabowo dalam debat capres di Istora Senayan, Minggu (7/1).
Dia kemudian berujar, "Tanpa itu sejarah adab manusia mengajarkan bahwa bangsa akan dilindas seperti Gaza sekarang."
Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia Sya'roni Rofii menilai komparasi itu tak setara.
"Terkait dengan komparasi tersebut menurut saya tidak setara. Sebab Gaza adalah entitas yang inferior dari berbagai sisi," kata Syaroni kepada CNNIndonesia.com pada Senin.
Ia lalu menerangkan, Palestina, sebagai negara, belum sepenuhnya diakui dunia. Di saat yang sama Gaza juga tak punya kekuatan militer untuk melindungi diri.
Gaza, lanjut dia, hanya mengandalkan kelompok perlawanan Hamas yang berjuang secara gerilya.
Sya'roni juga menerangkan presiden Indonesia harus membangun arsitektur pertahanan sesuai kebutuhan.
"Sesuai dengan tren ancaman dan dinamika geopolitik," ungkap dia.
Pengamat HI lain dari Universitas Indonesia Yon Machmudi juga punya penilaian serupa.
Dia mengatakan "Gaza bukan suatu negara" yang tak bisa dijadikan perbandingan dengan Indonesia. Namun, Yon menilai di debat itu Prabowo mencoba untuk melihat apa yang terjadi di Gaza sebagai bahan pembelajaran.
"Pak Prabowo melihat lebih ke dalam sebenarnya bahwa Indonesia perlu bersyukur karena tidak memiliki konflik panjang seperti di Gaza," ungkap dia.
Yon kemudian berkata, "Jadi itu dijadikan pelajaran."
Gaza menjadi sorotan dunia usai Israel melancarkan agresi di Palestina pada 7 Oktober 2023.
Selama operasi, Israel menyerang warga dan objek sipil seperti rumah sakit hingga kamp pengungsian. Mereka juga mengusir warga Gaza dari tempat tinggalnya.
Imbas serangan Israel, lebih dari 20.000 warga di Palestina meninggal dan puluhan ribu rumah warga hancur.
Sejumlah pihak termasuk Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan Israel ingin menguasai Palestina.(fit)**
Berita Terkait :
_Black11.png)








