- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
- Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang
- Kapolda Riau Kunjungi Concong, Tanam Mangrove hingga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Pesisir
Partai Berkarya Sindir Elite Dukung Tunda Pemilu Bak Keledai Politik

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.
Jakarta, VokalOnline.Com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Berkarya pimpinan Tommy Soeharto menyindir elite politik yang mengusulkan penundaan Pemilu 2024. Para elite politik ini dicap seperti keledai politik yang ingin menjerumuskan bangsa Indonesia.
"Saya sedih dan prihatin beberapa elite politik itu kok seperti keledai politik. Yang ingin menjerumuskan bangsa ini kepada praktik demokrasi yang tidak sehat," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, Rabu (2/3).di lansir dari cnn indonesia.
Priyo menyatakan partainya menolak usulan penundaan Pemilu 2024. Menurutnya, wacana tersebut melanggar ketentuan yang telah diatur dalam konstitusi UUD 1945.
Mantan wakil ketua DPR itu menyebut wacana penundaan pemilu hanya memancing kegaduhan politik di tengah masyarakat. Ia pun curiga usulan itu disampaikan demi kepentingan politik praktis jangka pendek. "Ingin mendapat perhatian atau hadiah atas pernyataannya. Satu kompensasi jabatan politik mungkin saja," ujarnya.
Selain itu, kata Priyo, usulan penundaan Pemilu 2024 yang otomatis memperpanjang jabatan presiden sama saja dengan menjerumuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Tapi saya khawatir terjadi situasi yang tidak baik. Karena ini semacam mengetes kesabaran rakyat. Enggak baik," katanya.
Lebih lanjut, Priyo menyebut kondisi saat ini berbeda dengan masa kepemimpinan Presiden Sukarno dan Soeharto. Ia mengklaim Soeharto tak melanggar konstitusi meskipun menjabat 32 tahun. Priyo mengingatkan masa jabatan presiden telah dibatasi hanya dua periode.
"Jadi kita enggak bisa. Dua orang itu bapak bangsa. Bung karno dan Pak Harto enggak ada UUD yang dilanggar mereka berdua ini, sebagai presiden yang beberapa kali," kata Priyo.
Wacana penundaan Pemilu 2024 kembali berembus dalam beberapa hari terakhir. Usulan datang dari Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan didukung Ketum PAN Zulkifli Hasan. Cak Imin mengusulkan penundaan Pemilu 2024 dengan alasan pandemi Covid-19.
Namun, usulan tersebut tak mendapat dukungan mayoritas partai di DPR. Hanya PKB, PAN, dan Golkar yang mendukung penundaan Pemilu 2024. Sementara PKS, Demokrat, NasDem, PDIP, dan Gerindra tegas menolak.**vol/jn
Berita Terkait :
- Ratusan Masyarakat Seram Deklarasi Mendukung Firli Bahuri0
- Harga Sawit Tinggi, Kebijakan Ini Harus Diambil Agar Minyak Goreng tak Melejit0
- Fakultas Tarbiyah UIN Suska Rekomendasikan Mahasiswi AAF Diberhentikan0
- Buat Berita Hoax, Seluruh Pernyataan Larsen Yunus Jadi Tanggung Jawab RiauAndalasCom0
- Soliditas dan Sinergitas TNI-Polri Modal Kawal Kebijakan Nasional0
_Black11.png)









