- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Pembunuh Honorer Samsat Perawang Dituntut Penjara Seumur Hidup

Siak, VokalOnline.Com - terdakwa pembunuhan terhadap pegawai Samsat Perawang, Kabupaten Siak, bernama Riki Afriandi dituntut penjara seumur hidup di pengadilan negeri setempat. Selain menghilangkan nyawa, terdakwa juga mencuri dan melakukan perkosaan terhadap korban NY.
Perkosaan dan pembunuhan ini dialami NY pada Jum'at, 15 Oktober 2021 di Jalan Hang Jebat Gang Melati, Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Kejadian itu bermula saat Riki masuk ke rumah kontrakan korban untuk mencuri.
Aksi terdakwa diketahui korban sehingga Riki langsung mencekik dan membunuh korban menggunakan pisau. Tidak sampai di situ, Riki juga memperkosa korban yang sudah tidak bernyawa.
Selanjutnya, Riki menggondol sepeda motor milik korban dan menjualnya. Hasil kejahatan itu digunakan Riki untuk kebutuhannya sehari-hari.
Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Siak Senopati menjelaskan, tuntutan penjara seumur hidup ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Selasa siang, 8 Maret 2022, secara virtual.
"Tuntutan dibacakan di hadapan majelis hakim, dan Penasihat Hukum terdakwa, terdakwa sendiri berada di rutan," kata Senopati, Rabu siang, 9 Maret 2022.
Senopati menjelaskan, JPU menyatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal Pasal 340 dan Pasal 365 ayat 3 dan Pasal 286 KUHP, dan atau Pasal 339 KUHP dan Pasal 286 KUHP.
"Menghukum terdakwa dengan pidana seumur hidup," tegas Jaksa yang akrab disapa Seno itu.
Seno berharap, majelis hakim sepakat dengan tuntutan pihaknya. Di mana sidang vonis akan diagendakan dalam waktu dekat. (syu)
Berita Terkait :
- Cabuli Anak Dibawah Umur, Buruh Berurusan dengan Polres Rohil0
- Wakil Ketua Komisi Kejaksaan Puji Kinerja Kejari Pekanbaru0
- Jaksa Jebloskan Penganiaya Sekuriti Sekolah ke Penjara0
- Dalam Sekejap, 3 Pengedar Sabu Diringkus Polsek Seberida0
- Mahasiswa FISIP Unri Minta Hakim Hukum Berat Dekan Terdakwa Cabul0
_Black11.png)









