- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
Plt Bupati Asmar Buka Rapat Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Meranti, VokalOnline.Com - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar membuka Rapat Kolaborasi Penanganan Kawasan Perumahan Secara Terpadu dalam rangka Penanganan Kemiskinan Ekstrem (PKE) dan Stunting tahun 2023, di Aula Kantor Bupati, Kamis (20/7/2023).
Rapat yang dilaksanakan oleh Dinas Perkim dan LH Kepulauan Meranti itu dihadiri Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera III, Zubaidi, MT dan Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Zulkarnain Lubis.
H. Asmar mengatakan, penataan kawasan kumuh sangat berkaitan dengan program pencegahan stunting. Oleh karena itu penataan kawasan kumuh perlu terus didorong, agar terjadi kolaborasi dan sinkronisasi terhadap penanganan stunting di Kepulauan Meranti.
"Alhamdulillah, kita Pemkab Kepulauan Meranti memiliki komitmen tinggi dalam percepatan penurunan stunting ini. Hal tersebut terbukti dari hasil penilaian Meranti peringkat ke-3 dari 12 kabupaten/kota di Riau," ujar Asmar.
Dijelaskannya, terjadi penurunan capaian prevalensi stunting dari tahun 2021 sebesar 23,3% menjadi 17,5% pada tahun 2022.
Asmar berharap hasil itu dapat terus ditingkatkan, agar di tahun 2024 bisa mencapai target nasional sebesar 14%.
"Bahkan kalau bisa zero stunting. Untuk itu butuh komitmen yang kuat dari semua stakeholder. Agar generasi masa depan unggul, berdaya saing, dan berkualitas," ungkapnya.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera III, Zubaidi memaparkan beberapa panduan dalam seleksi penanganan kawasan perumahan secara terpadu. Sekaligus menjelaskan jenis kegiatan yang ditangani dan calon usulan lokasi kegiatan.
"Jadi dari isu strategis, dilihat dari gambaran kemiskinan dengan indikator tingkat penduduk miskin ekstrem Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2022 sebesar 5,53 % dengan jumlah penduduk miskin ekstrem sebanyak 10.500 jiwa," jelasnya.
Kegiatan dilanjut dengan pemutaran video paparan pembangunan penanganan kawasan perumahan secara terpadu, diskusi dan diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama.
Hadir dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Bambang Suprianto, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Randolph, perwakilan Bappedalitbang Provinsi Riau, Kadis Perkim dan LH Kepulauan Meranti Saiful Bakhri, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappedalitbang Kepulauan Meranti Kartini, pimpinan perusahaan, pimpinan perbankan, Baznas Kepulauan Meranti, OPD terkait, Camat Pulau Merbau, Kepala Desa Centai, dan undangan lainnya. (Bom)**
Berita Terkait :
- Persatuan Alumni GMNI Riau Gelar Rakerda Tahun 20230
- Bahas Soal TPPO dan Penumpukan Penumpang, Polres Bersama DPRD Meranti Gelar Rapat Dengar Pendapat0
- Kapitra: Saya Menuju Senayan untuk Memperjuangkan Hak Masyarakat Riau0
- Komisi III DPRD Meranti Kunker ke Disdik Riau0
- Ternyata Selasa Lalu Satu Unit Gudang Terasi Terbakar Di Bagansiapiapi0
_Black11.png)









