- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
- Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
- Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator Lainnya
- Tak Mau Jadi Penonton, Pemuda Lirik Siap Ambil Peran di Sektor Migas
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
Plt Bupati Asmar Buka Rapat Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Meranti, VokalOnline.Com - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar membuka Rapat Kolaborasi Penanganan Kawasan Perumahan Secara Terpadu dalam rangka Penanganan Kemiskinan Ekstrem (PKE) dan Stunting tahun 2023, di Aula Kantor Bupati, Kamis (20/7/2023).
Rapat yang dilaksanakan oleh Dinas Perkim dan LH Kepulauan Meranti itu dihadiri Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera III, Zubaidi, MT dan Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Zulkarnain Lubis.
H. Asmar mengatakan, penataan kawasan kumuh sangat berkaitan dengan program pencegahan stunting. Oleh karena itu penataan kawasan kumuh perlu terus didorong, agar terjadi kolaborasi dan sinkronisasi terhadap penanganan stunting di Kepulauan Meranti.
"Alhamdulillah, kita Pemkab Kepulauan Meranti memiliki komitmen tinggi dalam percepatan penurunan stunting ini. Hal tersebut terbukti dari hasil penilaian Meranti peringkat ke-3 dari 12 kabupaten/kota di Riau," ujar Asmar.
Dijelaskannya, terjadi penurunan capaian prevalensi stunting dari tahun 2021 sebesar 23,3% menjadi 17,5% pada tahun 2022.
Asmar berharap hasil itu dapat terus ditingkatkan, agar di tahun 2024 bisa mencapai target nasional sebesar 14%.
"Bahkan kalau bisa zero stunting. Untuk itu butuh komitmen yang kuat dari semua stakeholder. Agar generasi masa depan unggul, berdaya saing, dan berkualitas," ungkapnya.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera III, Zubaidi memaparkan beberapa panduan dalam seleksi penanganan kawasan perumahan secara terpadu. Sekaligus menjelaskan jenis kegiatan yang ditangani dan calon usulan lokasi kegiatan.
"Jadi dari isu strategis, dilihat dari gambaran kemiskinan dengan indikator tingkat penduduk miskin ekstrem Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2022 sebesar 5,53 % dengan jumlah penduduk miskin ekstrem sebanyak 10.500 jiwa," jelasnya.
Kegiatan dilanjut dengan pemutaran video paparan pembangunan penanganan kawasan perumahan secara terpadu, diskusi dan diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama.
Hadir dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Bambang Suprianto, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Randolph, perwakilan Bappedalitbang Provinsi Riau, Kadis Perkim dan LH Kepulauan Meranti Saiful Bakhri, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappedalitbang Kepulauan Meranti Kartini, pimpinan perusahaan, pimpinan perbankan, Baznas Kepulauan Meranti, OPD terkait, Camat Pulau Merbau, Kepala Desa Centai, dan undangan lainnya. (Bom)**
Berita Terkait :
- Persatuan Alumni GMNI Riau Gelar Rakerda Tahun 20230
- Bahas Soal TPPO dan Penumpukan Penumpang, Polres Bersama DPRD Meranti Gelar Rapat Dengar Pendapat0
- Kapitra: Saya Menuju Senayan untuk Memperjuangkan Hak Masyarakat Riau0
- Komisi III DPRD Meranti Kunker ke Disdik Riau0
- Ternyata Selasa Lalu Satu Unit Gudang Terasi Terbakar Di Bagansiapiapi0
_Black11.png)









