- Dukung Swasembada Pangan, Kapolsek Keritang Lewat Bhabinkamtibmas Sambangi Petani Sayur di Pengaliha
- DPD KNPI Kabupaten Indragiri Hilir Jajaki Sinergi Strategis Bersama Bawaslu Inhil
- Sat Binmas Polres Inhil Cek dan Dampingi Peternakan P2B di Lorong Bunga Padi
- Polsek Enok Dampingi Warga Sulap Halaman Rumah Jadi Lumbung Pangan
- Polsek Enok Ajak Warga Perbanyak Tanam Kunyit dan Serai di Pekarangan
- Polsek Keritang Gencar Monitoring Peternakan Sapi Kotabaru, Cegah Curnak dan Dukung Ketahanan Pangan
- Jadi Sahabat Petani, Polsek Enok Dorong Warga Enok Rawat Cabe Rawit dan Serai Secara Rutin
- Personil Polsek Enok Imbau Warga Optimalkan Lahan untuk Hasil Panen dan Tingkatkan Perekonomian
- Agrinas dan Talang Mamak Bersinergi, Pengelolaan Kebun Eks PT SAL Buka Lapangan Kerja
- Polsek Keritang Monitor Tanaman Padi Menjelang Panen
PM Hungaria: Invasi Rusia Akan Buat Jutaan Warga Ukraina Mengungsi

Ukraina bersiap hadapi invasi Rusia. (REUTERS/GLEB GARANICH)
Jakarta, VokalOnline.Com - Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, memperingatkan invasi Rusia di Ukraina bakal membuat ratusan ribu pengungsi negara itu kabur ke negaranya, Sabtu (12/2).
"Jika terjadi perang, ratusan ribu, atau jutaan pengungsi akan datang dari Ukraina, dan bakal benar-benar mengubah lanskap politik dan ekonomi Hungaria," tutur Orban dalam pidato kenegaraan tahunannya, Sabtu (12/2), dikutip dari Reuters.
Orban juga mengungkapkan harapannya terkait perang di Ukraina. Ia berharap perang di wilayah itu masih bisa dihindari.
"Kepentingan Hungaria jelas, pertama-tama, perang harus dihindari," kata Orban lagi.Orban juga menunjukkan penolakan atas rencana Uni Eropa yang ingin menerapkan sanksi pada Rusia, mengingat Moskow telah menempatkan lebih dari 100 ribu pasukan di perbatasan Ukraina.
"Sanksi, kebijakan hukuman, ceramah, atau jenis arogansi lain dari negara-negara besar tidak dapat menjadi opsi (penyelesaian)," ucap Orban, dikutip dari Associated Press.
Sementara itu, Orban telah menjadi pemimpin Hungaria sejak 2010. Ia merupakan salah satu pemimpin yang ingin dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Dalam pertemuannya dengan Putin pekan lalu, Orban menginginkan peningkatan pengiriman gas dari Rusia ke negaranya. Ia juga memuji peningkatan kerja sama yang terjalin antara Budapest dan Moskow di bidang energi, perdagangan dan keamanan.
Sejak Rusia mencaplok Semenanjung Crimea di 2014, Hungaria di bawah kepemimpinan Orban terus konsisten menolak penyetaraan sanksi atas Rusia.
Hungaria juga pernah melarang pertemuan tingkat menteri antara Ukraina dan NATO terkait masalah hukum berbahasa Ukraina. Budapest menilai hukum ini melanggar hak etnis minoritas Hungaria yang ada di Ukraina.
Selain itu, Hungaria menolak menerima bantuan militer dari NATO dan Amerika Serikat, mengingat keduanya menempatkan pasukan mereka di beberapa negara Eropa Timur sebagai respons atas penumpukan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina.
Orban menilai kekuatan militer domestik Hungaria cukup untuk mempertahankan negara itu.**Vol/Jn
Berita Terkait :
- AS Tarik Pasukan dari Ukraina saat Ancaman Invasi Rusia0
- Presiden Jokowi Terima Kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis0
- Senegal Juara Piala Afrika 20210
- Rusia Kirim Jet yang Bisa Bawa Nuklir ke Belarus, Ukraina Kian Tegang0
- Penipu Tampan Berkedok Crazy Rich Israel di The Tinder Swindler 0
_Black11.png)









