- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
Penipu Tampan Berkedok Crazy Rich Israel di The Tinder Swindler

Sosok Simon Laviev, Penipu yang Ngaku Crazy Rich Israel Sedang Memamerkan Kekayaannya Seperti Jet Pribadi.
LOS ANGELES, Vokalonline.com - dokumenter The Tinder Swindler mendadak menjadi perbincangan warganet. Film ini mengisahkan tentang Simon Leviev sosok penipu yang menjerat korbannya dengan memanfaatkan aplikasi Tinder.
Melansir laman The National News, Sabtu (5/2/2022) dalam film tersebut ditampilkan tiga wanita yang menjadi korban Leviev. Mereka adalah Fjellhoy, Pernilla Sjoholm dan Ayleen Charlotte. Masing-masing ditipu untuk menyerahkan puluhan ribu dolar kepada Leviev.
Terlahir sebagai Shimon Hayut, ia secara resmi mengubah namanya pada 2011 menjadi Simon Leviev. Untuk menipu korbannya dia mengaku sebagai miliarder dan CEO LLD Diamonds, perusahaan pemasok berlian
Leviev juga memamerkan gaya hidup mewah, jet pribadi, pakaian desainer terkenal, hingga hotel mewah. Dia juga menghujani para korban dengan hadiah, cinta dan kasih sayang, dan dalam banyak kasus, terbang melintasi Eropa hanya untuk bertemu dan mereka untuk minum kopi atau makan malam.
Saat mereka semakin dekat, dia mulai membuka diri tentang bisnis berlian yang berbahaya dan musuh-musuhnya yang selalu ingin menghancurkannya, yang berarti hidupnya selalu dalam bahaya.
Akhirnya para wanita akan menerima pesan yang mengkhawatirkan dari Leviev, menunjukkan pengawalnya dipukuli dan memar di bagian belakang ambulans. Mereka diberitahu bahwa "musuh" telah menemukannya, dan, agar tetap aman dan tidak ditemukan, dia akan memblokir semua kartu kreditnya.
Yang terjadi selanjutnya adalah serangkaian permintaan akses kartu kredit, pinjaman pribadi, dan permintaan tiket pesawat, yang diserahkan oleh para wanita itu, dengan keyakinan bahwa taipan berlian multijutawan ini akan membayar kembali uangnya.
Meskipun tidak jelas secara pasti berapa banyak wanita yang ditargetkan Leviev, acara tersebut memperjelas bahwa subjeknya bukan satu-satunya.
Leviev akhirnya ditangkap di Yunani pada 2019 setelah tertangkap menggunakan paspor palsu, berkat informasi dari Charlotte. Dia dikirim kembali ke Israel, di mana dia dipenjara atas tuduhan yang tidak terkait dengan peristiwa acara Netflix sejak tahun 2011. Dia menjalani hukuman lima bulan penjara setelah dibebaskan lebih awal karena berperilaku baik.
Meskipun dicari di banyak negara Eropa, dia saat ini hidup sebagai orang bebas di Israel. Menurut, The Times of Israel , dia diduga telah menipu sekitar USD10 juta dolar dari para korban di seluruh Eropa antara 2017 dan 2019, meskipun dia tidak pernah didakwa atas kejahatan apa pun yang dilakukan di luar Israel.**vol/fj
Berita Terkait :
- Saling Lapor Polisi Ashanty-Martin Pratiwi, Kasus Apa?0
- Imigran Afganistan Nekad Akhiri Hidup di Wisma Penampungan Pekanbaru0
- Menanti dan Menanti, Sementara Hidup Makin ke Tepi0
- Benarkah Keberadaan Nader Taher Sudah Diketahui, Sembunyi di Mana?0
- Amanda Juara 3 Pemilihan Puteri Belia Indonesia0
_Black11.png)









