- Dukung Swasembada Pangan, Kapolsek Keritang Lewat Bhabinkamtibmas Sambangi Petani Sayur di Pengaliha
- DPD KNPI Kabupaten Indragiri Hilir Jajaki Sinergi Strategis Bersama Bawaslu Inhil
- Sat Binmas Polres Inhil Cek dan Dampingi Peternakan P2B di Lorong Bunga Padi
- Polsek Enok Dampingi Warga Sulap Halaman Rumah Jadi Lumbung Pangan
- Polsek Enok Ajak Warga Perbanyak Tanam Kunyit dan Serai di Pekarangan
- Polsek Keritang Gencar Monitoring Peternakan Sapi Kotabaru, Cegah Curnak dan Dukung Ketahanan Pangan
- Jadi Sahabat Petani, Polsek Enok Dorong Warga Enok Rawat Cabe Rawit dan Serai Secara Rutin
- Personil Polsek Enok Imbau Warga Optimalkan Lahan untuk Hasil Panen dan Tingkatkan Perekonomian
- Agrinas dan Talang Mamak Bersinergi, Pengelolaan Kebun Eks PT SAL Buka Lapangan Kerja
- Polsek Keritang Monitor Tanaman Padi Menjelang Panen
Imigran Afganistan Nekad Akhiri Hidup di Wisma Penampungan Pekanbaru
Stres Tak Kunjung Pindah ke Negara Ketiga

PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Seorang imigran asal Afganistan, Sayid Nader Balkhi, ditemukan tak bernyawa di kamarnya di Wisma Indah Sari, Jalan Putri Indah, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru. Pria 41 tahun itu mengakhiri hidup dengan seutas tali pada Minggu malam, 16 Januari 2021.
Rekan korban, Khodadad Gulami, menyebut temannya sesama imigran itu memilih mengakhiri hidup karena stres. Salah satu faktornya adalah ketidakjelasan hidup di Pekanbaru.
"Korban mengalami stres dengan alasan tidak adanya kejelasan dari UNHCR untuk memfasilitasi warga imigran digeser ke pihak negara ketiga," kata Khodadad.
Khodadad menceritakan, teman imigran lainnya, Surya, sempat melihat korban mencuci sepeda motor sebelum gantung diri. Korban mencuci sepeda motor sekitar pukul 19.00 WIB.
Namun pukul 20.40 WIB, lanjut Khodadad, korban sudah ditemukan gantung diri dalam kamarnya. Pertama kali korban ditemukan oleh istrinya Nasibah Musawi (38).
Akibat perbuatannya ini, korban meninggalkan lima orang anak bernama, Sayid Ali Algha Balkhi, Zahra Balkhi, Yalda Balkhi, Muhasida Balkhi dan Fatimah Balkhi.
Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru Komisaris Andrie Setiawan membenarkan kejadian ini pertama kali diketahui Nasibah Musawi. Sang istri berteriak melihat suaminya tengah tergantung di dalam kamar dengan leher terikat.
"Mendengar teriakan istri, warga imigran lain menghampiri dan melihat korban tengah tergantung dalam kamarnya dekat dinding kamar mandi," ujar Andrie.
Selanjutnya, korban diturunkan oleh warga imigran lain. Saat diperiksa korban masih ada denyut nadi namun lemah dan dicoba dilakukan pertolongan pertama dengan menekan-nekan dada korban.
"Selah itu, korban langsung dibawa ke RS Awal Bross Sudirman, namun sesampainya di RS nyawa korban sudah tidak tertolong," terang Andrie. (syu)
Berita Terkait :
- Kejati Riau: Kami Punya Wewenang0
- Perempuan Gila Buat Heboh Satu Kampung dengan Panjat Tower Tegangan Tinggi0
- Jaksa Jebloskan Dekan Unri Cabul ke Penjara0
- Seorang Nenek di Pekanbaru Jual Emas Bernilai Rp30 Juta Tanpa Sadar0
- Polda Riau Cari Waktu Tepat Limpahkan Dosen Unri Cabul ke Jaksa0
_Black11.png)









