- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
- Anugerah Voice of The Ummah, JMSI Riau Apresiasi Kiprah Dakwah UAS
- UAS Dorong Media Berintegritas untuk Berkontribusi bagi Perubahan Umat
- JMSI Riau Serahkan Anugerah Voice of The Ummah kepada UAS
- Safari Dakwah Bersama Koh Dennis Lim, Hadirkan Tiga Tema Penguatan Diri dan Peran Masjid
- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
Perempuan Gila Buat Heboh Satu Kampung dengan Panjat Tower Tegangan Tinggi

Petugas mengevakuasi wanita ODGJ yang nekat panjat tower di Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Seorang perempuan yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) membuat heboh masyarakat di kawasan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Perempuan bernama Yulizar itu nekat memanjat tower listrik bertegangan tinggi pada Senin pagi, 17 Januari 2021.
Memanjat tower sejak pagi, Yulizar akhirnya mau turun beberapa jam kemudian setelah dibujuk oleh petugas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Pekanbaru. Dia mau turun setelah dipanggil "sayang" oleh petugas.
Tidak hanya Basarnas, membujuk korban agar mau turun juga dilakukan oleh personel Polsek Tenayan Raya serta petugas Pemadam Kebakaran Pekanbaru.
Petugas Basarnas Pekanbaru mengevakuasi Yulizar dengan memanjat tower. Petugas menggunakan tali memanjat korban dan membujuknya agar mau turun.
"Aku ndak mau turun, aku takut di penjara," kata Yulizar sebagaimana cerita petugas yang mengevakuasinya.
Petugas terus membujuk Yulizar. Sampai akhirnya, Yulizar mengungkapkan mau turun jika dipanggil sayang.
Hal ini membuat Kapolsek Tenayan Raya Komisaris Manapar Situmeang yang turun ke lokasi bersama warga yang berada di bawah, ramai-ramai memanggil Yulizar dengan panggilan sayang.
"Sayaaaaang, turuuuun," kata Kapolsek dan warga yang turut menyaksikan proses evakuasi.
Petugas Basarnas lalu mengikatkan tali ke tubuh Yulizar. Saat diturunkan, Yulizar sempat pingsan. Tim berhasil sampai ke bawah. Yulizar kemudian dibawa ke rumahnya.
Sekitar lima menit, Yulizar akhirnya sadar. Selanjutnya, ia dibawa petugas ke rumah sakit.
Manapar menceritakan, Yulizar sudah tidak ada di rumah sejak pukul 03.00 WIB. Sang anak yang melihatnya kemudian melihat Yulizar berada di atas tower listrik.
"Anaknya berteriak di bawah memanggil ibunya, dan dilihat oleh warga," kata Manapar.
Menurut Manapar, Yulizar sudah tiga kali naik ke tower itu. Hal itu terjadi karena Yulizar merupakan ODGJ sehingga tidak takut memanjat tower.
"Yulizar sudah pernah dibawa ke rumah sakit jiwa dan dirawat, kami juga berkoordinasi dengan keluarga serta lurah untuk dilakukan perawatan kembali di rumah sakit jiwa," sebutnya.
Saat turun, Yulizar sempat minta maaf ke warga, karena aksinya telah meresahkan. Ia juga melambaikan tangan ke warga saat hendak dibawa petugas ke rumah sakit. (syu)
Berita Terkait :
- Jaksa Jebloskan Dekan Unri Cabul ke Penjara0
- Seorang Nenek di Pekanbaru Jual Emas Bernilai Rp30 Juta Tanpa Sadar0
- Polda Riau Cari Waktu Tepat Limpahkan Dosen Unri Cabul ke Jaksa0
- Kades di Kepulauan Meranti Dituntut 2 Tahun Penjara0
- Kasus Anak Angkat Anggota DPRD Pekanbaru Cabuli Remaja Tetap Lanjut0
_Black11.png)









