- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
Rusia Kirim Jet yang Bisa Bawa Nuklir ke Belarus, Ukraina Kian Tegang

Ilustrasi jet Tu-22M3.
Jakarta, VokalOnline.Com - Rusia mengerahkan dua jet pengebom yang mampu membawa nuklir ke Belarus pada Sabtu (5/2), meningkatkan ketegangan di tengah isu invasi ke Ukraina.
Sebagaimana dilansir Associated Press, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, dua jet Tu-22M3 itu akan dipakai dalam latihan militer selama empat jam bersama pasukan Belarus, negara sekutunya yang berbatasan langsung dengan Ukraina.
Kabar ini datang tak lama setelah kloter pertama pasukan AS dilaporkan tiba di Polandia. Presiden Joe Biden mengerahkan pasukan itu untuk memperkuat NATO di tengah ancaman Rusia yang disebut siap menyerang Ukraina.
Secara keseluruhan, AS bakal mengerahkan 3.000 pasukan ke negara-negara sekitar Ukraina, yaitu Jerman, Polandia, dan Rumania.Biden menjabarkan, 2.000 tentara akan diterbangkan ke Jerman dan Polandia. Untuk Rumania, Biden mengirimkan 1.000 tentara AS yang berada di Jerman.
Menanggapi pengiriman pasukan ini, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Grushko, mengatakan bahwa keputusan AS itu akan membuat kompromi kedua negara semakin sulit.
Ketegangan ini bermula ketika Rusia menyiagakan sekitar 100 ribu tentara di perbatasan Ukraina. AS mengklaim punya bukti Rusia siap menyerang Ukraina.Rusia membantah klaim itu. Putin menegaskan, Rusia mengerahkan pasukan ke perbatasan Ukraina justru karena NATO menambah kekuatan di sekitar negaranya.
Menurut Putin, AS ingin menggiring Rusia masuk ke dalam situasi perang dengan retorika-retorika mengenai Ukraina ini."Ukraina hanya alat untuk mencapai tujuan itu," ucap Putin.
Juru bicara Kemhan AS, John Kirby, memastikan bahwa negaranya tak mengirimkan pasukan untuk bertempur di Ukraina, yang bukan merupakan anggota NATO.
Namun, Putin tetap khawatir Ukraina akan masuk NATO di masa depan. Jika terjadi, maka ancaman NATO terhadap Rusia akan semakin besar.
"Coba bayangkan Ukraina merupakan anggota NATO dan memulai operasi militer ini. Apakah kami harus berperang dengan blok NATO? Apakah ada orang yang memikirkan hal ini? Sepertinya tidak," kata Putin.**Vol/Jn
Berita Terkait :
- Penipu Tampan Berkedok Crazy Rich Israel di The Tinder Swindler 0
- Imigran Afganistan Nekad Akhiri Hidup di Wisma Penampungan Pekanbaru0
- Menanti dan Menanti, Sementara Hidup Makin ke Tepi0
- Benarkah Keberadaan Nader Taher Sudah Diketahui, Sembunyi di Mana?0
- Amanda Juara 3 Pemilihan Puteri Belia Indonesia0
_Black11.png)









