- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
Polda Riau Usut Kematian Bayi Korban Pemerkosaan di Rokan Hulu

Ilustrasi. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Kepolisian Daerah (Polda) Riau turun tangan menuntaskan kasus pemerkosaan di Rokan Hulu dengan korban inisial Z. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reserse Kriminal telah membentuk tim dengan Polres Rokan Hulu.
"Jadi ini tim, Polres Rokan Hulu ada di dalamnya," kata Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto, Jum'at petang, 10 Desember 2021.
Selain pemerkosaan, polisi juga mengusut kematian bayi korban. Pengusutan ini untuk mengetahui apakah kematian itu hubungannya dengan peristiwa kelam yang dialami korban.
Beberapa waktu lalu, korban menyebut empat pria yang berbuat keji kepadanya membanting bayinya. Bayi malang itu meninggal dunia beberapa pekan lalu saat kasus ini masih ditangani Polsek Tambusai Utara.
Sunarto menyebut penyidik masih mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi terkait kematian bayi tersebut.
"Petugas akan memeriksa rekam medis dari bayi korban," kata Sunarto didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Komisi Besar Sunarto.
Saat ini, penyidik sudah menahan tersangka dalam kasus ini. Korban menyebut ada empat pelaku yang sudah dikenali karena berteman dengan suaminya.
Di sisi lain, korban juga dilaporkan oleh tiga pelaku atas dugaan pencemaran nama baik. Terkait ini, Polda Riau menyatakan belum menindaklanjuti.
"Polda Riau fokus menangani kasus pemerkosaan," tegas Sunarto. (syu)
Berita Terkait :
- Benarkah Keberadaan Nader Taher Sudah Diketahui, Sembunyi di Mana?0
- Ketua KONI Kampar tak Berani Hadapi Jaksa, Takut Dipenjara?0
- Kejati Riau Usut Belasan Korupsi, Apa Saja?0
- Propam Polres Rohul Periksa Dua Oknum Polsek Tambusai Utara0
- Parah, Oknum Polisi Desak Korban Pemerkosaan Berdamai dengan Pelaku0
_Black11.png)









