- Pangeran Fortuna Bikin Kejutan, Olang Buas Tersingkir di Hari Pertama Pacu Jalur
- Sinergitas Kantor Pertanahan, Bapenda, dan IPPAT Kabupaten Rokan Hulu Perkuat Transformasi Layanan P
- Antisipasi Banjir, PT RSUP Dukung Penguatan Tanggul Sepanjang 579 Meter di Desa Pulau Burung
- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
Polresta Pekanbaru Nyatakan Murni Bunuh Diri
Jasad Tergantung di Mobil Basement DPRD Riau

Konferensi pers kasus temuan mayat tergantung dalam mobil di basement DPRD Riau. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Polresta Pekanbaru akhirnya menyatakan kematian Fitria Yulisunarti di basement DPRD Riau merupakan kasus bunuh diri. Polisi tidak menemukan adanya unsur kekerasan atau upaya pembunuhan pada korban.
Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Pria Budi SIK melalui Kasat Reskrim Komisaris Andrie Setiawan menjelaskan, kesimpulan bunuh diri pada jasad di basement DPRD Riau berdasarkan rangkaian penyelidikan.
Rangkaian ini berupa olah tempat kejadian perkara, hasil otopsi, pemeriksaan saksi dan alat bukti lainnya. Polisi juga sempat memeriksa teman korban di Kepulauan Riau.
"Sudah 28 saksi yang diminta keterangan dan gelar perkara," kata Andrie, Jum'at petang, 16 September 2022.
Andrie menjelaskan, hasil otopsi menemukan sejumlah luka memar pada leher korban atau kekerasan tumpul. Hal itu disebabkan oleh lilitan kain yang menekan pernapasan sehingga korban mati lemas.
"Dari rangkaian penyelidikan, tidak ada bertentangan dengan kasus gantung diri karena tidak ditemukan kekerasan lain yang mematikan selain luka lecet tekan leher," sebut Andrie.
"Penyebab kematian murni bunuh diri," tambah Andrie.
Sebagai informasi, jasad korban ditemukan oleh petugas sekuriti di basement DPRD Riau pada Sabtu siang, 10 September 2022. Pagi harinya, sekuriti sudah melihat mobil itu tapi tak memeriksa karena korban sudah biasa datang ke DPRD Riau.
Sehari sebelum kejadian, korban datang ke DPRD menemui seorang pria inisial F. Keduanya disebut punya hubungan, tak hanya urusan pekerjaan sebagai aparatur sipil negara.
Sementara itu, Pria Budi tak menampik hubungan asmara antara korban dan F. Mereka sudah 4 tahun menikah sirih tapi tidak tinggal serumah. (syu)
Berita Terkait :
- Ketua KNPI Pekanbaru Faisal Islami Siap Dukung Progam Pj Wali Kota0
- Naikannya Harga BBM, Omset Pedagang di Pekanbaru Menurun 0
- Wakili Komandan Menwa Pahlawan Riau, Haswinda Hadiri HUT Ke-50 Menwa UIN Suska Riau0
- Kurun Waktu Sepekan Ditlantas Polda Riau & Jajaran Amankan 55 Motor Balap Liar0
- Pria Mengaku Imam Mahdi Diamankan Polda Riau0
_Black11.png)









