- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
Polresta Pekanbaru Nyatakan Murni Bunuh Diri
Jasad Tergantung di Mobil Basement DPRD Riau

Konferensi pers kasus temuan mayat tergantung dalam mobil di basement DPRD Riau. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Polresta Pekanbaru akhirnya menyatakan kematian Fitria Yulisunarti di basement DPRD Riau merupakan kasus bunuh diri. Polisi tidak menemukan adanya unsur kekerasan atau upaya pembunuhan pada korban.
Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Pria Budi SIK melalui Kasat Reskrim Komisaris Andrie Setiawan menjelaskan, kesimpulan bunuh diri pada jasad di basement DPRD Riau berdasarkan rangkaian penyelidikan.
Rangkaian ini berupa olah tempat kejadian perkara, hasil otopsi, pemeriksaan saksi dan alat bukti lainnya. Polisi juga sempat memeriksa teman korban di Kepulauan Riau.
"Sudah 28 saksi yang diminta keterangan dan gelar perkara," kata Andrie, Jum'at petang, 16 September 2022.
Andrie menjelaskan, hasil otopsi menemukan sejumlah luka memar pada leher korban atau kekerasan tumpul. Hal itu disebabkan oleh lilitan kain yang menekan pernapasan sehingga korban mati lemas.
"Dari rangkaian penyelidikan, tidak ada bertentangan dengan kasus gantung diri karena tidak ditemukan kekerasan lain yang mematikan selain luka lecet tekan leher," sebut Andrie.
"Penyebab kematian murni bunuh diri," tambah Andrie.
Sebagai informasi, jasad korban ditemukan oleh petugas sekuriti di basement DPRD Riau pada Sabtu siang, 10 September 2022. Pagi harinya, sekuriti sudah melihat mobil itu tapi tak memeriksa karena korban sudah biasa datang ke DPRD Riau.
Sehari sebelum kejadian, korban datang ke DPRD menemui seorang pria inisial F. Keduanya disebut punya hubungan, tak hanya urusan pekerjaan sebagai aparatur sipil negara.
Sementara itu, Pria Budi tak menampik hubungan asmara antara korban dan F. Mereka sudah 4 tahun menikah sirih tapi tidak tinggal serumah. (syu)
Berita Terkait :
- Ketua KNPI Pekanbaru Faisal Islami Siap Dukung Progam Pj Wali Kota0
- Naikannya Harga BBM, Omset Pedagang di Pekanbaru Menurun 0
- Wakili Komandan Menwa Pahlawan Riau, Haswinda Hadiri HUT Ke-50 Menwa UIN Suska Riau0
- Kurun Waktu Sepekan Ditlantas Polda Riau & Jajaran Amankan 55 Motor Balap Liar0
- Pria Mengaku Imam Mahdi Diamankan Polda Riau0
_Black11.png)









