- Kolaborasi Dinkes dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- TIMNAS Spanyol juara Piala Dunia 2026
- Welah Hatta, Srikandi Indonesia di Balik Suksesnya Pesta Piala Dunia 2026
- Diduga Kebakaran di SPBU Harapan Jaya Pekanbaru Jadi Sorotan, Penyebab Masih Diselidiki
- PLN UID Riau dan Kepulauan Riau Sukses Amankan Keandalan Listrik Riau Bhayangkara Run 2026
- Bhabinkamtibmas Pengalihan Ajak Warga Kembangkan Budidaya Ikan Untuk Ekonomi Keluarga
- PDC Perkuat Budaya Keselamatan untuk Dukung Operasi yang Andal dan Berkelanjutan
- Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Hadiri Riau Bhayangkara Run 2026, Gaungkan Green Policing
- Tanam Serempak OPLAH 2025, Siak Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan Nasional
- Dongkrak Omzet UMKM dan Dorong Literasi, PEP Lirik Hadirkan Mitra UMKM dan LILAC dalam AMK Fest 2026
Putin Soal Gencatan Senjata Israel-Hamas: Langkah yang Benar

Vladimir Putin beri respons positif soal gencatan senjata Israel-Hamas.(AFP/ALEXEY BABUSHKIN)
Jakarta, VokalOnline.Com - Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut gencatan senjata Israel-Hamas merupakan sebuah langkah ke arah yang benar. Meskipun, Putin berharap gencatan senjata penuh lebih baik daripada jeda kemanusiaan.
Pernyataan itu terungkap saat Putin menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) luar biasa BRICS secara virtual pada Selasa (21/11).
"Saya ingin menekankan bahwa jeda kemanusiaan, dan lebih baik lagi, gencatan senjata penuh sangat penting untuk melanjutkan upaya pembebasan sandera dan mengevakuasi warga sipil dan orang asing dari Jalur Gaza," kata Putin, dikutip situs resmi Kepresidenan Rusia.
Putin lebih lanjut menekankan bahwa tujuan yang paling mendesak adalah mencapai gencatan senjata yang benar-benar berjangka panjang dan berkelanjutan. Namun, dia juga tetap menghargai resolusi yang dikeluarkan PBB pada pekan lalu.
"Meskipun resolusi ini hanya berisi seruan untuk jeda kemanusiaan dan bukan gencatan senjata penuh, kami menganggap fakta bahwa resolusi ini disetujui merupakan sebuah langkah ke arah yang benar," kata Putin.
Putin lantas menyinggung opini Brasil agar negara lain tidak terlibat perang di Timur Tengah dan konflik tak meluas sehingga perdamaian di Timur Tengah terjaga.
Dalam konteks ini, kata Putin, dunia perlu terus mendiskusikan perkembangan selanjutnya dalam konflik Palestina-Israel di BRICS.
"Jika tidak ada keberatan, rekan-rekan, kami akan memulai kontak, termasuk melalui konferensi video, mengenai masalah ini selama masa kepresidenan BRICS di Rusia tahun depan," ujar Putin.(fit)**
Berita Terkait :
- PM Saudi Pangeran MbS Serukan Dunia Boikot Senjata ke Israel0
- Menhan AS Lloyd dan Prabowo Teken Kerja Sama Pertahanan0
- Media Asing Soroti Kunjungan Jokowi ke AS Terkait Kerja Sama Mineral0
- Yordania hingga Saudi Tolak Usul Iran Embargo Minyak ke Israel0
- Erdogan di OKI: Perlu Gencatan Senjata Permanen, Bukan Cuma Jeda0
_Black11.png)









