- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Qatar Teken Kesepakatan Pasokan Gas Terpanjang dengan China

Jakarta, VokalOnline.Com - Qatar Energy mengumumkan kesepakatan pasokan gas alam selama 27 tahun dengan China.
Melalui kesepakatan ini, perusahaan energi negara itu akan mengirim empat juta ton gas alam cair setiap tahun dari proyek North Field East yang baru ke China Petroleum and Chemical Corporation (Sinopec).
Kesepakatan ini disebut sebagai yang 'terpanjang' dalam sejarah. Menteri Energi Qatar sekaligus Kepala Eksekutif QatarEnergy Saad Sherida Al-Kaabi mengatakan kesepakatan itu menandai perjanjian pasokan gas terpanjang dalam sejarah industri LNG.
Negara-negara Asia yang dipimpin oleh China, Jepang, dan Korea Selatan merupakan pasar utama gas Qatar. Mereka semakin diminati sejak invasi Rusia ke Ukraina.
Negosiasi dengan negara-negara Eropa mengalami kesulitan karena Jerman dan negara-negara lain menolak menandatangani kesepakatan jangka panjang yang dibuat dengan negara-negara Asia.
"Kesepakatan itu akan lebih memantapkan hubungan bilateral yang sangat baik antara Republik Rakyat China dan Negara Qatar dan membantu memenuhi kebutuhan energi China yang terus meningkat", kata Kaabi, dikutip dari AFP, Senin (21/11).
Sementara China adalah negara pertama yang mencapai kesepakatan untuk North Field East. Perusahaan China bahkan disebut telah meminta bagian penuh dari proyek North Field South yang didominasi oleh raksasa energi Barat.
Ketua Sinopec Ma Yongsheng yang mengambil bagian dalam upacara penandatanganan virtual dari Beijing, mengatakan kesepakatan ini adalah tonggak sejarah karena Qatar adalah pemasok LNG terbesar di dunia dan China adalah importir LNG terbesar di dunia.
Dia mengatakan telah secara resmi meminta pada Oktober tahun lalu bagian dari proyek Qatar's North Field South. TotalEnergies of France, Shell of Britain dan raksasa AS ConocoPhillips akan berbagi 25 persen saham asing di lapangan.
"Terima kasih telah mempertimbangkannya dengan serius," kata Ma kepada Kaabi pada upacara tersebut, menambahkan bahwa Sinopec ingin menjajaki kesepakatan potensial lainnya dengan QatarEnergy.**Syafira
Berita Terkait :
- Harga Kripto Kompak Lesu Dalam Sepekan Terakhir0
- IHSG Diprediksi Lesu Dibayangi Sentimen Kenaikan Bunga The Fed0
- Imbal Hasil Obligas AS Naik, Harga Emas Lesu di Rp975 per Gram0
- Pengumuman UMP 2023 Diperpanjang Hingga 28 November 20220
- Daftar 15 Perusahaan di Indonesia yang PHK Massal Tahun Ini0
_Black11.png)









