- RAPP Gelar Sunatan Massal bagi 30 Anak di Desa Air Hitam
- Diskominfotik Kabupaten Bengkalis Menggelar FGD dengan KIM
- Pererat Silaturahmi, Civitas Akademika Universitas Riau dan Pemkab Bengkalis Makan Malam Bersama
- Polres Indragiri Hilir Gelar Turnamen Mobile Legends Kapolri Cup Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
- Dukung Asta Cita, Polsek Keritang Pantau dan Rawat Jagung di Dusun Pelangi
- HUT Bhayangkara ke-80: Polsek Keritang Gelar Donor Darah
- Rayakan HUT ke-80, Polsek Keritang Tebar Kepedulian Lewat Bansos Sembako
- Komitmen Perjuangkan Kepentingan Rakyat, Dodi Nefeldi Masuk Daftar Nominator JMSI Award
- Bhabinkamtibmas Dukung Program Ketahanan Pangan di Desa Lintas Utara
- Sambut Hari Bhayangkara, Polsek Keritang Gotong Royong di Rumah Allah
Ratusan Mahasiswa China Protes Aturan Lockdown Covid-19 di Kampus

VokalOnline.Com-- Ratusan mahasiswa Universitas Tsinghua Beijing melakukan aksi protes terhadap kebijakan lockdown imbas Covid-19 di China.
Protes di Tsinghua yang terjadi pada Minggu (27/11) menyusul aksi sebelumnya di Universitas Peking.
Seorang mahasiswa Tsinghua mengatakan, pada pukul 11.30 waktu setempat mahasiswa mulai berkumpul di pintu masuk kantin. Kemudian semakin banyak orang yang bergabung hingga sebanyak 300 orang.
Saksi mengatakan kepada AFP, seorang mahasiswi mengangkat selembar kertas kosong yang berarti protes terhadap penyensoran. Aksi itu kemudian diikuti oleh mahasiswa lainnya.
Mereka juga membagikan foto yang menunjukkan massa berkumpul di halaman luar kantin Zijingyuan Tsinghua dengan beberapa orang memegang lembaran kertas.
Video terkait yang dibagikan secara online juga menunjukkan kerumunan di lokasi yang sama di mana massa berkumpul sambil berteriak "Ini bukan kehidupan normal, kami sudah muak. Hidup kami tidak seperti ini sebelumnya!".
Video lain yang tampaknya diambil di lokasi yang sama menunjukkan para siswa berteriak, "Demokrasi dan supremasi hukum, kebebasan berekspresi". Namun, video tersebut dengan cepat dihapus.
Sementara itu, saksi lain menjelaskan, wakil sekretaris Partai Komunis sekolah sedang berbicara dengan siswa dan banyak di antara mereka mulai pergi. Mereka mengatakan belum ada polisi yang tiba di tempat kejadian.
China diketahui menerapkan kebijakan nol-covid. Pemerintah Negeri Tirai Bambu akan langsung menerapkan lockdown ketat jika mendeteksi segelintir kasus covid.
Penerapan lockdown ketat ini kerap diprotes warga yang sengsara karena hingga tak dapat makan lantaran tak diperbolehkan keluar tempat tinggal.
Karena terus dihujani protes, pemerintah China akhirnya melonggarkan sejumlah aturan pada awal bulan ini.
Ketika kini kasus Covid kembali membludak, China pun langsung memperketat kembali aturan-aturan pencegahan. Penerapan lockdown di Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Chonqing terpantau mulai diperketat dalam beberapa hari terakhir.**Syafira
Berita Terkait :
- Kim Jong Un Klaim Korut Bakal Punya Senjata Nuklir Terkuat di Dunia0
- China Buru-buru Sensor soal Demo Tuntut Xi Jinping Mundur di Medsos0
- Demo Covid Meluas, TV China Sensor Penonton Piala Dunia Tak Bermasker0
- Usai Tolak Gaji PM, Anwar Ibrahim Juga Ogah Pakai Mobil Dinas Mewah0
- Isi Rapat Para Sultan Malaysia hingga Raja Pilih Anwar Ibrahim Jadi PM0
_Black11.png)









