- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Demo Covid Meluas, TV China Sensor Penonton Piala Dunia Tak Bermasker

Jakarta, vokalOnline.Com - Stasiun televisi China menyensor tayangan penonton Piala Dunia yang terlihat tak memakai masker, Minggu (27/11), ketika demonstrasi menolak lockdown Covid meluas ke berbagai penjuru Negeri Tirai Bambu.
South China Morning Post melaporkan bahwa stasiun televisi pemerintah, CCTV Sports, melakukan proses sensor itu ketika laga antara Jepang dan Costa Rica sedang berlangsung.
Dalam tayangannya, CCTV Sports meniadakan rekaman yang menunjukkan para penonton dari jarak dekat. Sementara itu, stasiun TV dunia memperlihatkan penonton di tribun, yang memang sudah tak diwajibkan memakai masker.
CCTV Sports mengganti gambar tersebut dengan tayangan gerak-gerik para pemain dan ofisial di stadion Qatar.
Sensor serupa terjadi kala pertandingan antara Australia dan Tunisia di Piala Dunia berlangsung. Para warganet pun dengan sigap menangkap momen tersebut, termasuk seorang jurnalis olahraga, Mark Dreyer.
"Ini menakjubkan. Akibat protes dari penggemar China karena melihat penonton tak bermasker di Qatar, TV China sekarang mengganti tayangan langsung penonton selama pertandingan dengan sorotan dekat pemain dan pelatih," tulisnya di Twitter.
Tayangan Piala Dunia ini memang menjadi senjata warga China untuk memprotes pemerintah yang dianggap menerapkan lockdown Covid-19 terlampau ketat.
Dalam sepucuk surat terbuka pada pekan lalu, warganet Negeri Tirai Bambu mempertanyakan "Apakah China berada di planet yang sama" dengan Qatar.
Surat itu tersebar luas di aplikasi percakapan China, WeChat, pada Selasa pekan lalu. Namun, tak lama setelah itu, China menyensor surat tersebut.
Beberapa hari kemudian, amarah warga kian membara setelah 10 orang dilaporkan tewas dalam kebakaran di Urumqi, Xinjiang, pada Kamis pekan lalu.
Sebagaimana diberitakan Reuters, warga menganggap korban berjatuhan karena petugas pemadam kebakaran terlambat akibat aturan lockdown Covid-19 yang terlalu ketat.
Demo pertama kali merebak di Urumqi, tapi kemudian meluas hingga berbagai kota besar, seperti Beijing dan Shanghai.
Dalam aksi pada Minggu (27/11), demonstran membawa kertas putih kosong. Menurut mereka, aksi ini merupakan simbol frustrasi karena tak dapat menyuarakan protes dengan leluasa di tengah sensor yang begitu ketat.**Syafira
Berita Terkait :
- Keponakan Khamenei Ditangkap usai Sebut Rezim Iran Pembunuh Anak0
- Demo China Tuntut Xi Jinping Mundur hingga Suporter Piala Dunia Rusuh0
- Suporter Rusuh di Brussels Usai Belgia Kalah di Laga Piala Dunia0
- Tanah Longsor Tewaskan 7 Orang, Italia Umumkan Situasi Darurat0
- Ratusan Mahasiswa China Protes Aturan Lockdown Covid-19 di Kampus0
_Black11.png)









