- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Usai Tolak Gaji PM, Anwar Ibrahim Juga Ogah Pakai Mobil Dinas Mewah

Jakarta, VokalOnline.Com - Setelah menolak gaji sebagai perdana menteri Malaysia, kini Anwar Ibrahim menyatakan tak mau menggunakan mobil dinas mewah yang dibeli sebelum ia berkuasa.
"Kemarin, saya menolak menggunakan Mercedes tipe S600 yang dibeli Departemen Perdana Menteri (JPM) sebelum saya menjadi PM," ujar Anwar melalui akun Facebook resminya, Minggu (27/11).
"Saya mengambil langkah ini karena saya tak mau pengeluaran tambahan harus dikeluarkan hanya karena saya. Saya memutuskan untuk memakai kendaraan apa saja yang ada di kantor untuk sehari-hari."
melaporkan bahwa Mercedes-Benz seri S600 saat ini sebenarnya sudah tak diproduksi. Namun, harga mobil itu sekitar 1,7 juta ringgit atau setara Rp5,9 ketika pertama kali dirilis.
Gestur ini dianggap sebagai upaya Anwar untuk menunjukkan keseriusannya memulihkan perekonomian Malaysia.
Sebelum ini, Anwar juga menolak menerima gajinya sebagai perdana menteri. Tak hanya itu, Anwar juga bakal memangkas gaji para menterinya.
"Ukuran kabinet pasti akan lebih kecil dan saya meminta menteri baru untuk menyetujui proposal saya untuk mengurangi gaji mereka," ucap Anwar, sebagaimana dilansir The Star.
Langkah-langkah yang diambil Anwar ini memang selaras dengan janjinya saat berkampanye. Ia memang berjanji tak akan mengambil gaji sebagai PM dan bakal memangkas upah menteri.
Selama kampanye, Anwar mengaku prihatin melihat situasi ekonomi Malaysia. Ia merasa tak pantas mengambil gaji sebagai perdana menteri.
Setelah dilantik, Anwar membeberkan bahwa fokus utama pemerintahannya saat ini adalah meringankan biaya hidup masyarakat.
Dengan rekam jejaknya sebagai menteri keuangan pada medio 1990-an, Anwar dianggap dapat diandalkan untuk memulihkan perekonomian Malaysia pascapandemi Covid-19.**syafira
Berita Terkait :
- Isi Rapat Para Sultan Malaysia hingga Raja Pilih Anwar Ibrahim Jadi PM0
- Raja Lantik Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia Sore Ini0
- 70 Rudal Rusia Bombardir Ukraina dalam Sehari, Zelensky Desak PBB0
- Korban Luka Gempa M 5,9 di Duzce Turki Jadi 50 Orang0
- Kanada Selidiki Kantor Polisi China Buntut Dugaan Campur Tangan0
_Black11.png)









