- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
70 Rudal Rusia Bombardir Ukraina dalam Sehari, Zelensky Desak PBB

Jakarta, VokalOnline.Com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bertindak tegas usai 70 rudal Rusia membombardir Ukraina.
"Hari ini, hanya satu hari tetapi kami menerima 70 rudal. Itu rumus teror Rusia," kata Zelensky saat pidato virtual di depan Dewan Keamanan PBB, Rabu (23/11), seperti dikutip dari Reuters.
Zelensky juga menerangkan bahwa rudal Moskow menghancurkan infrastruktur seperti rumah sakit, sekolah, transportasi, dan memaksa menutup pembangkit listrik tenaga nuklir.
Tujuan Rusia di bawah rezim Presiden Vladimir Putin, menurut Zelensky, untuk menambah derita rakyat Ukraina selama musim dingin sehingga berisiko mati beku.
Ukraina, lanjut dia, menunggu aksi tegas atas serangan brutal Rusia di Ukraina.
Zelensky juga meminta Rusia tak turut memberikan suara usai rekam jejak mereka di negara tetangganya selama sembilan bulan ini.
"Kami tak bisa menjadi sandera teroris internasional. Rusia melakukan semuanya untuk membuat generator energi lebih kuat dari Piagam PBB," kata dia.
Sementara itu, dalam rapat Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin jelas menjadikan musim dingin sebagai 'senjata' untuk membuat warga Ukraina semakin menderita.
"[Putin] akan berusaha membekukan negara itu [Ukraina] untuk tunduk," ungkap Greenfield.
Di sisi lain, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasly Nebenzya, merespons seruan Zelensky dan menyebut ancaman serta ultimatum dia sembrono.
Nebenzya juga mengatakan kerusakan infrastruktur di Ukraina disebabkan penembakan peluru kendali dari sistem pertahanan udara. Rudal itu kemudian jatuh di area penduduk dan merusak berbagai bangunan.
Ia lantas meminta Barat berhenti menyuplai sistem pertahanan udara ke Ukraina.
Rusia telah menginvasi Ukraina selama sembilan bulan sejak Februari lalu. Sepanjang rentang waktu itu, pertempuran terus terjadi.
Baru-baru ini, Ukraina berhasil memukul mundur Rusia di Kota Kherson.**syafira
Berita Terkait :
- Korban Luka Gempa M 5,9 di Duzce Turki Jadi 50 Orang0
- Kanada Selidiki Kantor Polisi China Buntut Dugaan Campur Tangan0
- Iran Kian Dekat Bikin Bom Nuklir, AS-Israel Ketar-ketir0
- Taliban Hukum Cambuk Belasan Warga Afghanistan0
- Warga Jepang Berhemat, Menjerit Harga-harga Meroket akibat Inflasi0
_Black11.png)









