- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Raja Lantik Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia Sore Ini

Jakarta,VokalOnline.Com - Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah, akan melantik pemimpin koalisi Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim, menjadi perdana menteri pada sore ini, Kamis (24/11).
Melalui pernyataan resmi di Facebook, Istana Negara Malaysia menyatakan bahwa Raja akan melantik Anwar pukul 17.00 waktu setempat.
Raja Abdullah memilih eks wakil perdana menteri era Mahathir Mohamad itu berdasarkan Konstitusi Federal Pasal 40 ayat 2, dan pasal 43 ayat 2.
Anwar terpilih menjadi PM baru usai drama di pemilihan umum yang berlangsung pada Sabtu lalu. Pemilu kali ini penuh drama karena tak ada pemenang mutlak.
Berdasarkan hasil pemilu, tak ada satu pun partai atau koalisi yang memegang suara mayoritas.
Menurut konstitusi Malaysia, untuk membentuk kabinet batu, partai atau koalisi harus mengantongi 112 suara dari total 222 kursi parlemen. Pemegang mayoritas inilah yang berhak memberikan nama calon PM ke raja.
Di pemilu pekan lalu, koalisi pimpinan Anwar, Pakatan Harapan (PH), meraih suara terbanyak dan mengamankan 82 kursi parlemen.
Sementara itu, aliansi Muhyiddin Yassin, Perikatan Nasional (PN), mendapat 73 kursi.
Sehari setelah pemilu, Muhyiddin mengklaim mendapat dukungan dari dua kubu yang lebih kecil, yakni Sabah dan Sarawak.
Kursi yang ia dapat pun bertambah menjadi 101. Namun, angka itu tetap belum mencapai ambang batas.
Menanggapi kondisi itu, Raja Abdullah memberikan batas waktu kepada kedua kubu untuk membentuk mayoritas dan menyetorkan calon nama PM hingga Selasa, 22 November siang.
Namun, mayoritas tak kunjung terbentuk. Raja kemudian memanggil Anwar dan Muhyiddin ke Istana Negara, tetapi cara ini juga tak menuai hasil.
Dalam pertemuan itu, raja sempat mengusulkan agar Muhyiddin dan Anwar membentuk pemerintahan bersama. Namun, Muhyiddin menolak.
Sementara itu, Anwar mengungkapkan dalam pertemuan tersebut, raja menegaskan harus ada kerja sama seluruh partai agar terbentuk pemerintahan yang kuat.
Pada Rabu, raja lantas memanggil 30 politikus koalisi dengan suara terbanyak ketiga dalam pemilu, Barisan Nasional, untuk membicarakan perkara PM baru ini.
Hari ini, Raja Abdullah juga bertemu dengan sultan dari sembilan negara bagian. Usai bertemu para sultan, ia akhirnya menunjuk Anwar menjadi PM.**syafira
Berita Terkait :
- 70 Rudal Rusia Bombardir Ukraina dalam Sehari, Zelensky Desak PBB0
- Korban Luka Gempa M 5,9 di Duzce Turki Jadi 50 Orang0
- Kanada Selidiki Kantor Polisi China Buntut Dugaan Campur Tangan0
- Iran Kian Dekat Bikin Bom Nuklir, AS-Israel Ketar-ketir0
- Taliban Hukum Cambuk Belasan Warga Afghanistan0
_Black11.png)









