- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
- Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang
- Kapolda Riau Kunjungi Concong, Tanam Mangrove hingga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Pesisir
- Wujudkan Asta Cita Presiden, Elang 3 Hambalang Pusat Bersinergi RO 3 Riau Agrinas
- Dari Lapangan Gajah Mada, Mahmudin Buktikan Semangat Pemuda Bisa Majukan Inhil
- Perkuat Sinergi Kelistrikan di Provinsi Riau, DPD RI Kunjungi PLN Group Regional Riau
- Kerusakan Jalan Sungai Rawa Picu Polemik, Said Usman: Yang Merusak Harus Membayar Perbaikan Jalan
- MASKER PRAGI Apresiasi Komitmen Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan
Rusia Ancam Tempuh Jalur Hukum Bila Dipaksa Gagal Bayar Utang

Pemerintah Rusia mengancam akan mengambil langkah hukum jika negara barat mencoba membuatnya gagal bayar utang luar negeri. Ilustrasi. ( REUTERS/Eduard Korniyenko).
Jakarta, VokalOnline.Com - Pemerintah Rusia mengancam akan mengambil langkah hukum jika negara barat mencoba membuatnya gagal bayar utang luar negeri.
Selain langkah hukum, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan pihaknya juga akan selalu berusaha memastikan agar investor menerima pembayaran Rusia.
"Tentu saja kami akan menuntut, karena kami telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa investor menerima pembayaran mereka," kata Siluanov seperti dikutip dari Reuters, Senin (11/4).
Siluanov mengatakan pihaknya akan mengajukan di pengadilan tagihan yang mengkonfirmasi upaya Rusia untuk membayar, baik dalam mata uang asing maupun dalam rubel.
"Ini bukan proses yang mudah. Namun kami harus aktif membuktikan kasus kami, terlepas dari semua kesulitannya," katanya. Namun, dia tidak menyebutkan langkah hukum apa saja yang akan diambil. Pekan lalu, Siluanov mengatakan Rusia akan melakukan segala kemungkinan untuk memastikan krediturnya dibayar.
"Rusia mencoba dengan itikad baik untuk melunasi kreditor eksternal," kata Siluanov. Siluanov mengatakan utang luar negeri Rusia berjumlah sekitar 20 persen dari total utang publik yang mencapai sekitar 21 triliun rubel atau setara dengan U$261,7 miliar. Dari jumlah itu, sekitar 4,5-4,7 triliun rubel merupakan utang luar negeri.
Sejak 1917 atau pasca revolusi, Rusia belum pernah mengalami gagal bayar utang luar negerinya. Namun, saat ini akibat invasinya ke Ukraina, negara-negara barat berencana untuk membuat Rusia gagal bayar.
"Jika perang ekonomi dan keuangan dilancarkan terhadap negara kami, kami terpaksa bereaksi, sambil tetap memenuhi semua kewajiban kami," kata Siluanov.
Dia menambahkan meski nantinya tidak diizinkan membayar dalam mata uang asing, Rusia akan tetap membayar utangnya dengan menggunakan rubel.**vol/jn
Berita Terkait :
- Harga Emas Antam Hari Ini 11 April, Turun ke Rp993 Ribu per Gram0
- Menteri ESDM: Masih Ada yang Pakai BBM Tak Sesuai Peruntukan0
- Pengamat Nilai Indonesia Sukses Dorong Produktivitas Padi dan Jagung0
- Induk Facebook Bakal Cetak Uang Digital \'Zuck Bucks\' di Metaverse0
- Pajak Kripto 2 Kali Lipat Jika Beli di Pedagang Tak Terdaftar Bappebti0
_Black11.png)









