- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
Safari Ramadan di Kabupaten Siak, Gubernur Syamsuar Rasa Balik Kampung

Siak, VokalOnline.Com - Gubernur Riau Syamsuar melanjutkan agenda safari Ramadan dengan menemui masyarakat Kabupaten Siak, Kecamatan Sungai Apit, tempatnya di Masjid Taqwa, Kampung Kayu Ara Permai, Senin (11/3/2022).
Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan Safari Ramadan bertujuan bersilaturahmi dengan masyarakat termasuk mengakomodi masukan dari masyarakat di daerah.
"Kami hadir di sini, untuk bersilaturahmi, karena sudah lama tak jumpa bapak ibu, kita selama ini dibatasi betul oleh pendemi Covid-19, hadirnya kami di sini sekaligus meninjau, mengetahui adanya persoalan di daerah," kata dia.
Syamsuar merespon masukan dari masyarakat Sungai Apit yang menginginkan adanya pabrik pengolahan nanas sehingga tidak hanya menjual buah nenas namun ada produk turunan yang dihasilkan.
Ia juga menyampaikan saat dirinya turun ke daerah lain, ia saat menemui petani nenas yang memiliki masalah pemasaran selalu menyarankan kepada petani untuk belajar ke Siak, Sungai Apit.
"Saya berapa kali turun ke daerah, seperti kemarin di Penampidi sana ada 500 hektar kebun nanas, termasuk di Tanjung Leban keluhan mereka sulit pemasaran, saya bilang kalau sulit pemasaran belajo samo petani nenas Tanjung Kuras, Siak," katanya.
"Mereka sudah memiliki jaringan pemasaran nenas. Berkaitan dengan industri hilirisasi produk turunan nenas, nanti kita akan coba melalui Kementerian Perindustrian, kita berharap pekebun tidak hanya menjual hasil buah nenasnya saja, tapi bisa di buat bermacam-macam produk turunannya," ucapnya.
Bupati Siak Alfedri mengatakan di Kampung Tanjung Kuras terdapat lahan 3500 hektar sangat potensial untuk di tanami nanas. Saat ini baru dimanfaatkan oleh warga sekitar 2000 hektar komoditas nanas.
"Tadi saya sudah menyampaikan kepada pak Gubernur potensi kebun nenas di Sungai Apit, khususnya di Tanjung Kuras, kami berharap bagaimana kedepannya ada industri pengolahan nenas. Karena program kebun Nenas ini sudah ada sejak pak gubernur menjadi Bupati Siak," kata dia.
Saat ini, kebun nanas di Kampung Tanjung Kuras bisa menghasilkan hampir 5000 buah nanas per harinya.
"Inilah yang menjadi harapan kami semua, agar potensi yang besar ini, kedelan bisa mejadi sumber ekonomi bagi masyarakat," tutupnya.
Pada acara itu, Gubernur Syamsuar menyerahkan sejumlah bantuan kepada pengurus musala, anak yatim dan kaum duafa serta bantuan kelanjutan pembanggunan Masjid Taqwa kampung Kayu Ara Permai berjumlah Rp300 juta.***
Berita Terkait :
- 822 Botol Miras dan 108 Knalpot Brong Dimusnahkan Polres Siak0
- Polres Siak Gelar Apel Siaga Darurat Bencana Karhutla0
- Lantas Polres Siak Laksanakan KRYD Cipkon Jelang Ramadan0
- BBKSDA Riau Pastikan Foto Harimau di Kebun Sawit Siak Hoax0
- Bawaslu Siak Adakan Seminar Wawasan Pemilu di Ponpes Bustanul Ulum0
_Black11.png)









