- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
- JMSI Riau Targetkan Seluruh Wartawan Anggota Bersertifikat UKW pada 2027
- Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah
- Antisipasi Dampak AI pada Industri Pers, Syahrul Aidi Minta DPR Siapkan RUU Regulasi Digital
- VokalOnline ikuti Webinar Merajut Nusantara
- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
Sejumlah Tokoh Rohil Kritik Perayaan Wafatnya Kapitan Oi Hitam

Rokan Hilir, VokalOnline.Com - Hinggar-bingar peringatan 100 Tahun wafatnya Letnan Oi Hi Tiam atau dikenal dengan sebutan Kapitan Hitam oleh pihak keluarga anak cucunya, Senin (21/3/2022), berlangsung meriah dan semarak.
Peringatan ini dihadiri Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong. Sebagai informasi, Kapitan Hitam meninggal dunia pada masa kolonial Belanda.
Ternyata dibalik acara dikemas meriah ini menimbulkan berbagai tanggapan dan komentar dari berbagai pihak, apa lagi ada kaitan dengan memanipulasi fakta sejarah yang sebenarnya.
Bahkan bagi masyarakat Bagansiapiapi Rohil jika mendengar nama Oi Hi Tam atau Kapitan dikaitkan dengan sejarah peristiwa Bagansiapiapi tahun 1946 .
Sehingga era reformasi ini seakan-akan peringatan 100 Tahun Letnan Oi Hi Tam kembali membangkitkan sejarah kelam masa lalu dan melukai perasaan masyarakat Bagansiapiapi.
Banyak komentar di ungkapkan berbagai tokoh masyarakat Bagansiapiapi sejak di gelasnya peringatan tersebut. Misalnya yang diungkapkan Datuk Syatianto SH, Ketua PPM Rohil yang juga Panglima RMB-LHMR Rohil Selasa (22/3/2022) .
" Saya menilai ada yang sengaja memutar balikan fakta, data,sejarah dan bahkan juga menores luka lama, perlu uji fakta dan sejarah,dan ingat ada sejarah kelam terjadi di Bagansiapiapi 1946 lalu," tegas Putra Almarhum Sersan (Purn) TNI ini.
"Anak Bagansiapiapi ini banyak S3 bahkan profesor, kita bawa membedah sejarah lalu secara ilmiah tampa rekayasa, ini terlihat ada panggung yang dimainkan ketika saat ini era keterbukaan, " ucap Datuk Syarianto SH yang jasad orang tuanya bersemayam di Taman Makam Pahlawan Bagansiapiapi.
Hal yang sama juga diungkapkan Zaki Masri tokoh akademis muda. Dia menyebutkan rasa kecewanya atas terjadinya rekayasa sejarah tersebut.
"Mereka boleh mengklaim soal BRI, RSUD Protomo dan sebagainya, tapi kita boleh bicara pangkat Letnan itu dari mana, siapa mengasih,ada kaitanya dengan Koloni Belanda dan VOC ," ucap Zaki.
Zaki menambahkan jika mendengar cerita orang-orang tua menceritakan penderitaan dan peristiwa yang terjadi dimasa lampau.
"Ini tamparan bagi kita semua, kaji siapa sosok itu, Sultan Siak yang pernah mengangkat hanya Datuk di tiga negeri Kubu, Bangko, Tanah Putih, " ajak Zaki.
Tokoh muda lainya Abu Nawas, tegas memprotes kegiatan peringatan 100 Tanun Oi Hi Tam tersebut.
"Jika keluarga saja yang memperingati itu wajar saja, tapi kalau dikaitkan dengan kepemimpinan Kapitan itu, sangat tidak etis mengapa kita alfa, Kapitan ini siapa, apa kiprahnya untuk NKRI atau Republik ini," tanya Abu Nawas.
"Saya menggagas perlu segera kajian ilmiah dengan mendudukan tokoh-tokoh sejarah, dosen dan pemuka masyarakat di dudukan membahas dengan fakta sejarah sebenarnya, " ajak Abu Nawas. (yan)
Berita Terkait :
- Muhammad Maliki Terpilih Kembali sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Rohil0
- Ini Di Rohil,Beli Sabu Tukar Dengan Chips Game,Tiga Warga Ditangkap Polisi.0
- Peringatan 100 Tahun Wafatnya Kapitan Oi Hitam Dinilai Rekayasa Sejarah Bagansiapiapi,Ini Tanggapan0
- Balai Bahasa Riau dan LAMR Rohil Susun Kamus Dwi Bahasa Melayu Rohil0
- Gegara Nafsu Sesaat, AHR Ditangkap Saat Akan Melarikan Diri0
_Black11.png)









