- Bhabinkamtibmas Desa Sencalang Sambangi Lahan Kacang Panjang Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas Desa Petalongan Sambangi Kebun Cabai Warga, Dukung Program Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas Polsek Enok Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Tanam Tanaman Produktif
- Polsek Enok Rutin Motivasi dan Kawal Tanaman Warga: Cabai dan Serai Tumbuh Subur
- JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir
- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
Tak Boleh Naik Kereta, Calon Penumpang Argo Parahyangan Siram Petugas

Jakarta, VokalOnline.Com -- Seorang calon penumpang KA Argo Parahyangan tujuan Bandung menyiram petugas dengan makanan berkuah usai dilarang naik kereta karena belum menerima vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster).Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin lalu (24/10).Awalnya, seorang calon penumpang yang akan menggunakan KA Argo Parahyangan tidak dapat melanjutkan proses boarding dan tidak diizinkan untuk naik kereta karena belum menerima booster vaksin."Tidak dapat menunjukkan berkas lain seperti surat keterangan dari rumah sakit pemerintah jika memang tidak dapat divaksin karena alasan medis," kata Eva dalam keterangan tertulis, Kamis (27/10),dilansir dari cnn indonesia.Setelah dijelaskan petugas, penumpang itu diarahkan untuk segera melakukan pembatalan tiket karena waktu terbatas paling lama 30 menit sebelum kereta berangkat.Pada saat di loket pembatalan, Eva menyebut petugas kembali menjelaskan mekanisme pembatalan dengan baik sesuai SOP."Namun secara tiba-tiba calon penumpang tersebut dengan sengaja menyiram petugas dengan makanan berkuah. Setelah melakukan perbuatan tersebut penumpang langsung pergi," katanya.Eva menyebut KAI Daop 1 Jakarta mengecam tindakan yang dilakukan oleh oknum penumpang tersebut. Menurutnya, petugas telah menjalankan fungsinya sesuai dengan SOP yang berlaku."KAI Daop 1 Jakarta menegaskan bahwa kelengkapan data vaksin merupakan salah satu persyaratan utama yang wajib dipenuhi oleh calon pengguna jasa," katanya.**Sytafira
Berita Terkait :
- Kapolri Terbitkan Telegram Tim Gabungan Usut Kasus Gagal Ginjal Akut0
- Dua Polisi Ditangkap di Nias Terkait Kasus Narkoba0
- Saksi Polisi Benarkan CCTV di Sekitar Rumah Sambo Tersambar Petir0
- Gabung NII, Suami Siti Elina Turut Jadi Tersangka Kasus Terorisme0
- Saksi Sebut Brigadir J Masih Hidup dalam Rekaman CCTV Jam 4-6 Sore0
_Black11.png)









