- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
- Jaringan Aktivis Jaga Aset Negara dari Oligarki
- Pelantikan JMSI Dumai Periode 2026-2031, Syafriadi Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
- Pilkades Di Gelar Pekan Depan Bupati Asmar Ajak Desa Melaksanakan Dengan Baik
- Bupati Asmar Pimpin Rakor Persiapan dan Tahapan Pilkades Serentak
- Cegah Karhutla, Polsek Rangsang Barat Sasar Jemaah Maulid Nabi Di Desa Lemang
Tewasnya 5 Pekerja PT SDO Dumai, Disnaker Riau Segera Panggil Manajemen

Jonli
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM)- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Riau menjadwalkan pekan ini memanggil manajemen dan para saksi terkait kecelakaan kerja yang terjadi di PT Sari Dumai Oleo (SDO), Rabu (16/6/2021) malam silam, yang mengakibatkan lima orang tewas pasca- ledakan dan kebakaran tangki timbun fatty matter milik perusahaan sawit tersebut.
Fatty matter merupakan olahan minyak sawit atau crude palm oil untuk menghasilkan biodiesel. Fatty matter mengandung gas metanol dan gas methane yang sangat mudah terbakar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Riau Jonli yang dikonfirmasi media, Senin (21/6/2021) petang mengungkapkan, pihaknya masih menunggu selesainya proses penyelidikan yang kini dilakukan oleh pihak kepolisian. "Mungkin minggu ini setelah selesai proses penyelidikan oleh pihak kepolisian, baru anggota saya akan melakukan pemanggilan terhadap para saksi-saksi," kata Jonli.
Karena itu, kata Jonli, ia belum bisa memberikan tanggapan terkait ledakan dan kebakaran tangki timbun fatty matter PT SDO yang beralamat di Jalan Kelapa, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai tersebut. "Apakah ini ada unsur kelalaian atau tidak dilengkapi dengan alat keselamatan kerja, saya belum bisa menanggapinya. Saya tak mau berandai-andai," jawab Jonli lagi.
Begitu juga menyangkut sanksi yang akan dijatuhkan kepada PT Sari Dumai Oleo (SDO) sesuai dengan UU Ketenagakerjaan, Jonli juga tidak ingin menanggapinya lebih jauh. Alasannya, proses penyelidikan masih dilakukan aparat kepolisian dan Disnaker Riau sendiri baru merencanakan pemanggilan terhadap saksi-saksi maupun manajemen pekan ini. "Sekali lagi, saya tidak ingin berandai-andai karena semua masih dalam proses," kata Jonli.
Lima Pekerja Tewas
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran dan ledakan di PT SDO terjadi pada Rabu (16/6/2021) pukul 21.00 WIB. Kobaran api muncul dari tangki penampungan minyak sawit biodiesel. Bunyi dentuman sangat keras membuat kaget warga di kawasan Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai.
Upaya pemadaman dilakukan pihak perusahaan dan dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dumai dan pihak Pertamina Dumai. Butuh waktu cukup lama untuk memadamkan kebakaran karena banyak bahan mudah terbakar. Dua karyawan yang sedang bekerja di sekitar lokasi kejadian kemudian ditemukan tewas, masing-masing Zainal Abidin dan Untana.
"Satu korban alami luka bakar mencapai 90 persen, dan satu lagi 60 persen. Ini diketahui dari identitas baju yang dipakai korban," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Kamis (17/6/2021).
Tak lama setelah penemuan dua korban itu, pihak perusahaan menginformasikan ke Polres masih ada karyawan yang terjebak di tangki. Polisi dan pihak perusahaan lalu mengosongkan tangki. Pada Jumat dinihari saat dilakukan penyisiran hingga ke dasar tangki, ketiga karyawan tersebur ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa, yakni Hasan Hari Lubis, Kiki Candra dan Ahmad Zaini. Dengan demikian total ada lima korban jiwa akibat kebakaran di PT SDO Dumai tersebut.
"Ketiganya (ditemukan) dalam keadaan meninggal dunia lalu dibawa ke rumah sakit untuk autopsi," jelas Sunarto.
Polisi belum bisa memastikan penyebab ledakan dan kebakaran ini. Tim dari laboratorium forensik Polda Riau bersama personel identifikasi Polres Kota Dumai masih menyelidikinya. "Sumber ledakan hingga kini belum diketahui pasti," tegas Sunarto.
Sunarto menyebut ledakan ini menimbulkan nyala api besar dan membuat munculnya asap hitam pekat. Api bisa padam setelah petugas pemadam perusahaan dan pemerintah setempat turun ke lokasi.***
Berita Terkait :
- Keliling Pakai Bus, DPP GPM Kembali Suarakan Dugaan Kejahatan PT Agro Abadi0
- Seleksi Tahap Akhir Atlit Forki Riau0
- Perdana Ngantor, Afrizal-Sulaiman Cek Kondisi Kantor Tiap Lantai0
- Kolaborasi Media dan Dunia Usaha Langkah Jitu Pulihkan Ekonomi0
- GPM Riau Minta Kejati Usut Dugaan Kejahatan PT Agro Abadi 0
_Black11.png)









