- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
Wabup Rokan Hilir Temukan Guru Fiktif dan Pungli saat Sidak di SDN 010 Ujung Tanjung

ROKAN HILIR, VokalOnline.Com - Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 010 Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih, Sabtu (19/4/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Jhony Charles menemukan sejumlah permasalahan serius yang terjadi di lingkungan sekolah.
Salah satu temuan mengejutkan adalah keberadaan seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bernama Neneng Gustiana yang diketahui tidak pernah masuk kerja sama sekali, namun tetap menerima gaji secara rutin diperkuat dengan bukti pembayaran gaji.
Selain itu, Jhony Charles juga mengungkap adanya dugaan praktik pungutan liar. Seorang tenaga honor yang telah mengabdi selama 7 tahun dan baru diangkat menjadi PPPK setahun terakhir, diketahui harus membayar sejumlah uang sebesar Rp10 juta kepada oknum berinisial Yeni. Ironisnya, meskipun telah berstatus PPPK, tenaga honor tersebut hanya menerima gaji sebesar Rp1 juta.
Tak berhenti di situ, Jhony Charles juga mendapati dua tenaga honor lainnya yang tercatat dalam daftar absensi guru, namun faktanya tidak pernah hadir mengajar di SDN 010 Ujung Tanjung.
Atas temuan ini, ia meminta agar Inspektorat Rokan Hilir segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan tegas.
"Sudah saya sampaikan langsung ke pihak Inspektorat melalui pesan WhatsApp. Saya minta agar PPPK yang sudah lolos dan di-SK-kan harus dicrosscheck, apakah benar masuk kerja atau tidak.
Jika ditemukan ada yang lalai atau bahkan sengaja tidak masuk kerja, saya minta segera ditindak tegas," tegas Jhony Charles.
Selain persoalan guru, Jhony Charles juga menyoroti buruknya kondisi fasilitas sekolah, terutama kebersihan toilet.
Ia menyayangkan kondisi toilet yang kotor, tidak terurus, bahkan pintu-pintu toilet tampak rusak dan lepas, seolah-olah tidak mendapat perhatian dari pihak sekolah.
"SD adalah tempat anak-anak kita belajar tentang kebersihan dan kedisiplinan. Sangat disayangkan jika toilet di sekolah justru dalam keadaan jorok seperti ini," ujar Jhony Charles dengan nada prihatin.
Ia juga menghimbau seluruh sekolah di wilayah Rokan Hilir agar lebih memperhatikan kebersihan, khususnya fasilitas toilet, demi menciptakan kenyamanan dan kesehatan bagi para siswa. (Rls)
Berita Terkait :
_Black11.png)









