- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
Wujudkan Transisi Energi, PLN Ungkap Strategi Pembiayaan di KTT COP 27

VokalOnline.Com - PT PLN (Persero) melanjutkan akselerasi transisi energi guna mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060, antara lain dengan menyusun peta jalan besar yang terdiri dari tiga fase, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang.
Pada gelaran Konferensi Perubahan Iklim (COP 27) di Mesir, Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly menjelaskan bahwa untuk jangka pendek pada periode 2021-2030, PLN tidak lagi membangun pembangkit batu bara baru untuk menghasilkan listrik. Pada jangka menengah periode 2031-2060, PLN melakukan beberapa langkah seperti menyiapkan penyimpanan baterai untuk menunjang pembangkit yang lebih ramah lingkungan.
Sementara untuk jangka panjang, PLN membangun teknologi dan ekosistem untuk mendukung energi bersih seperti penggunaan kendaraan listrik, atau penyediaan sertifikat energi terbarukan atau Renewable Energy Certificate.
"Jadi pada dasarnya ada beberapa aspek, jangka pendek, jangka panjang dan kami juga mengembangkan ekosistem serta membangun kemampuan baru, juga mendukung teknologi. Dan kita membutuhkan investasi lebih dari U$700 miliar untuk mencapai net zero emision pada tahun 2060," kata Sinthya dalam sesi diskusi Financing for Energy Transition, Minggu (6/11).
Dari sisi pembiayaan, PLN telah mendapatkan kepercayaan dari lembaga keuangan untuk mengamankan keberlanjutan pembiayaan program transisi energi. Namun, kebutuhan anggaran cukup besar, sehingga PLN tetap memerlukan dukungan tambahan untuk mencapai net zero emision.
Untuk itu, PLN telah menerbitkan dokumen Pernyataan Kehendak atas KerangkaKerja Pembiayaan Berkelanjutan atau Statement of Intent on the Sustainable Financing Framework sebagai salah satu strategi perseroan untuk mendapatkan Green Financing. Melalui skema Energy Transition Mechanism (ETM), PLN bersama pemerintah Indonesia menawarkan skema investasi yang inklusif untuk mencapai target dekarbonisasi.
Sinthya menambahkan, PLN juga telah mendapatkan dukungan finansial sebesar U$500 juta dari perbankan internasional dengan jaminan dari Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) yang merupakan anggota dari Grup Bank Dunia.
Selain itu, PLN juga memperoleh pembiayaan dari program Sustainable and Reliable Energy Access Program dari Asian Development Bank (ADB) sebesar U$600 juta, serta dana pinjaman sebesar U$610 juta dari World Bank untuk proyek pumped storage PLTA sebesar 1.040 MW yang pilot project PLN dalam pengembangan PLTA pumped storage di Indonesia.
PLN pun telah menyelesaikan kerangka keuangan hijau untuk fasilitas green loan sebesar U$750 juta dengan beberapa bank internasional."Berikutnya, PLN akan menyusun ESG Framework dan ESG Linked Financing," kata Sinthya.
Sinthya mengungkapkan, dukungan juga diperlukan dalam early retirement PLTU sebagai salah satu upaya mengakselerasi penurunan emisi. Tak hanya dukungan biaya, dibutuhkan juga kerangka kebijakan yang mengatur early retirement PLTU, jaminan ketahanan energi, dan pemberlakuan mekanisme perdagangan karbon atau pasar karbon.
"Kami selalu terbuka atas peluang kerja sama baik skema investasi maupun pengembangan teknologi untuk mengakselerasi tercapainya target NZE. Kami terus membuka diskusi dengan semua mitra bisnis dengan dukungan penuh pemerintah Indonesia sebagai komitmen nyata Indonesia dalam menurunkan emisi karbon global," kata Sinthya.**Syafira
Berita Terkait :
- Bangka Belitung Akan Gratiskan Lahan Bagi Investor0
- PLN Paparkan Inisiatif dan Capaian Transisi Energi di COP 27 Mesir0
- Cegah PHK Massal Menperin Bentuk Satgas Pengamanan Industri Tekstil0
- Kebakaran Gudang PT Gudang Garam Tak Ganggu Produksi Rokok0
- Produsen Minyak Goreng Bantah Tudingan KPPU soal Rekayasa Harga0
_Black11.png)









