- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
Zelensky Klaim Pasukan Ukraina Rebut 41 Permukiman di Kherson

VokalOnline.Com-- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan lebih dari 41 permukiman di bagian selatan negara itu berhasil direbut usai pasukan Rusia kalah di Kherson.
Kemenangan tersebut ia sampaikan dalam sebuah video. Zelensky juga mengatakan jumlah bendera Ukraina yang berkibar di wilayah itu juga mencapai puluhan. Artinya, banyak bendera Rusia yang tak lagi terpasang.
Hari ini kami mendapat kabar baik dari selatan, 41 permukiman telah dibebaskan
Ia kemudian berujar, "Semua yang terjadi sekarang telah dicapai melalui perjuangan sengit selama berbulan-bulan."
Selain itu, Zelensky mengatakan sejumlah unit polisi sudah dikerahkan ke Kherson untuk memulai langkah stabilisasi.
Namun, pembebasan permukiman ini, pikirnya, merupakan langkah pertama dari proses yang panjang.
"Hal yang pertama dan dasar adalah penjinakan ranjau. Para penjajah meninggalkan ribuan ranjau dan amunisi yang tidak meledak," ungkap Zelensky.
Orang nomor satu di Ukraina itu mengaku sering mendengar perkiraan bahwa membersihkan ranjau memakan waktu puluhan tahun.
Lebih lanjut, ia menerangkan puncak kontaminasi ranjau di Ukraina mencapai 300 ribu kilometer persegi.
Namun, berkat upaya tim penjinak ranjau kini luas kontaminasi ranjau hanya tersisa 170 ribu kilometer persegi.
"Ini adalah tempat paling sulit, di mana pertempuran masih berlangsung, musuh akan menambah lebih banyak ranjau sebelum menarik pasukan, seperti sekarang di Kherson," jelas Zelensky.
Baru-baru ini Rusia mengalami kekalahan signifikan di salah satu wilayah Ukraina yang dianeksasi, Kherson.
Moskow pun menarik pasukan dari daerah itu usai tak bisa membendung perlawanan sengit Ukraina.
Setelah menilai situasi saat ini secara komprehensif, diusulkan untuk menarik pertahanan di sepanjang tepi kiri [timur] Sungai Dnieper," ujar salah satu Jenderal Rusia Sergey Surovikin pada Kamis, seperti dikutip Al Jazeera.
Menurut Surovikin, pasukan Ukraina menyerang secara gila-gilaan sehingga menghambat pergerakan tentara Rusia di wilayah itu. Ia menilai pasukan tak bisa lagi dipertahankan.
Seruan penarikan pasukan Moskow juga muncul dari Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu.
"Lanjutkan dengan penarikan pasukan dan ambil semua tindakan untuk memindahkan pasukan, senjata, dan peralatan ke seberang sungai," kata Shoigu seperti dikutip New York Times.**Syafira
Berita Terkait :
- Luhut soal Putin-Zelensky Absen di KTT G20: Mungkin Sibuk0
- Media Rusia Sebut soal Risiko Putin Dibunuh jika ke KTT G20 Bali0
- Pasukan Rusia Mundur dari Kherson Ukraina, Putin Kalah?0
- Putin Absen, Dubes Ukraina Belum Bisa Pastikan Zelensky Hadir G20 Bali0
- AS Kirim Pesawat Raksasa C-17 Jelang KTT G20 Bali, Apa Fungsinya?0
_Black11.png)









