- Komitmen Perjuangkan Kepentingan Rakyat, Dodi Nefeldi Masuk Daftar Nominator JMSI Award
- Bhabinkamtibmas Dukung Program Ketahanan Pangan di Desa Lintas Utara
- Sambut Hari Bhayangkara, Polsek Keritang Gotong Royong di Rumah Allah
- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
AS Kirim Pesawat Raksasa C-17 Jelang KTT G20 Bali, Apa Fungsinya?

VokalOnline-- Pesawat kargo berjenis Boeing C-17 Globemaster III milik tentara Amerika Serikat tiba di Bali, Rabu (9/11).
Pesawat 'raksasa' itu lebih lebih awal mendarat di Bali untuk mendukung pengamanan Presiden AS Joe Biden, serta delegasi negara Paman Sam itu di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
Momen kehadiran pesawat berdimensi jumbo berwarna abu-abu kegelapan itu terekam dan tersebar di media sosial.
Dalam potongan video singkat yang diunggah oleh akun Instagram @mo.spotting_ memperlihatkan pesawat itu tengah terbang rendah di langit Bali. Pesawat itu hendak mendarat di Pangkalan Udara Ngurah Rai, Bali.
Pesawat kargo itu juga sudah melakukan bongkar muat kebutuhan logistik pengamanan Presiden Joe Biden di Bali usai mendarat pada Rabu (9/11) siang.
Alat-alat canggih pengamanan Presiden AS diangkut menggunakan pesawat Boeing C-17 Globemaster berbadan besar tersebut
Boeing C-17 Globemaster III merupakan jenis pesawat berbadan jumbo. Pesawat ini memiliki total lebar sayap ke sayap sebesar 51,77 meter, panjang 53,04 meter dan tinggi ekor 16,79 meter.
Pesawat ini memiliki tenaga empat mesin Pratt & Whitney PW2040 yang mampu menghasilkan daya dorong hingga 40.440 pounds.
Pesawat yang dikembangkan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) bersama perusahaan Boeing ini digunakan sebagai angkutan atau kargo militer. Pesawat ini mulai beroperasi pada 1991.**Syafira
Berita Terkait :
- Biden Minta Xi Jinping Sama-sama Cari Solusi China-AS di G20 Bali0
- Pasukan Elite Putin KO di Ukraina, Salahkan Komandan Militer Rusia0
- Presiden Rusia Putin Dipastikan Tak Hadiri KTT G20 Bali0
- Biden Yakin Xi Jinping Bukan Sekutu Kental Putin Pasti Jaga Jarak0
- Ahli Temukan Terowongan Kuno Diduga Menuju Makam Cleopatra0
_Black11.png)









