- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
Biden Minta Xi Jinping Sama-sama Cari Solusi China-AS di G20 Bali

VokalOnline.Com-- Presiden Amerika Serikat Joe Biden meminta kepada Presiden China Xi Jinping untuk sama-sama mencari solusi terkait perselisihan dua negara saat hadir di konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali.
Biden mengatakan ingin membahas garis merah masing-masing negara di sela-sela pertemuan puncak itu pada 15-16 November.
"Apa yang diyakini sebagai kepentingan nasional krusial China, apa yang saya ketahui sebagai kepentingan krusial Amerika Serikat, dan untuk menentukan apakah mereka bertentangan satu sama lain atau tidak," kata Biden seperti dikutip AFP, Kamis (10/11).
Lebih lanjut, Biden mengungkapkan jika ada konflik ia berharap kedua pihak akan "bekerja sama mencari bagaimana solusinya."
Pada 2020 ini, Biden dan Xi sempat berbincang via telepon, tetapi belum pernah bertemu secara langsung. Kedua presiden itu disebut saling mengenal dengan baik.
Pada 2011 lalu, Biden berkunjung ke China dan menghabiskan waktu bersama Xi. Ketika itu, mereka sama-sama masih menjadi wakil presiden.
Di luar itu, China-AS kerap terlibat dalam perselisihan dan persaingan di berbagai sektor.
Beberapa di antaranya perang dagang, saling tuding melanggar hak asasi manusia, hingga soal Taiwan.
Dalam beberapa kesempatan, Biden mengatakan AS siap berkomitmen membela Taiwan, yang ingin memisahkan diri dari China. Namun, ia juga menegaskan posisi Washington yang mempertahankan kebijakan ambiguitas strategis.
"Prinsip [AS ke] Taiwan tak berubah sama sekali sejak awal," ujar dia.
AS memiliki Undang-Undang Relasi Taiwan (RTA). Berdasarkan UU itu, Washington bisa menjalin hubungan dengan rakyat Taiwan dan pemerintahan pulau itu tanpa menjelaskan spesifik pemerintahan yang dimaksud.
AS selama ini menganggap Taiwan sebagai mitra kunci di bidang keamanan dan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik**Syafira
Berita Terkait :
- Pasukan Elite Putin KO di Ukraina, Salahkan Komandan Militer Rusia0
- Presiden Rusia Putin Dipastikan Tak Hadiri KTT G20 Bali0
- Biden Yakin Xi Jinping Bukan Sekutu Kental Putin Pasti Jaga Jarak0
- Ahli Temukan Terowongan Kuno Diduga Menuju Makam Cleopatra0
- Pemilu Sela AS Diwarnai Ancaman Warga Berpisau di Wisconsin0
_Black11.png)









