- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
- Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil
- 200 Karateka Inkanas Pekanbaru Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Semester I 2026
Biden Minta Xi Jinping Sama-sama Cari Solusi China-AS di G20 Bali

VokalOnline.Com-- Presiden Amerika Serikat Joe Biden meminta kepada Presiden China Xi Jinping untuk sama-sama mencari solusi terkait perselisihan dua negara saat hadir di konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali.
Biden mengatakan ingin membahas garis merah masing-masing negara di sela-sela pertemuan puncak itu pada 15-16 November.
"Apa yang diyakini sebagai kepentingan nasional krusial China, apa yang saya ketahui sebagai kepentingan krusial Amerika Serikat, dan untuk menentukan apakah mereka bertentangan satu sama lain atau tidak," kata Biden seperti dikutip AFP, Kamis (10/11).
Lebih lanjut, Biden mengungkapkan jika ada konflik ia berharap kedua pihak akan "bekerja sama mencari bagaimana solusinya."
Pada 2020 ini, Biden dan Xi sempat berbincang via telepon, tetapi belum pernah bertemu secara langsung. Kedua presiden itu disebut saling mengenal dengan baik.
Pada 2011 lalu, Biden berkunjung ke China dan menghabiskan waktu bersama Xi. Ketika itu, mereka sama-sama masih menjadi wakil presiden.
Di luar itu, China-AS kerap terlibat dalam perselisihan dan persaingan di berbagai sektor.
Beberapa di antaranya perang dagang, saling tuding melanggar hak asasi manusia, hingga soal Taiwan.
Dalam beberapa kesempatan, Biden mengatakan AS siap berkomitmen membela Taiwan, yang ingin memisahkan diri dari China. Namun, ia juga menegaskan posisi Washington yang mempertahankan kebijakan ambiguitas strategis.
"Prinsip [AS ke] Taiwan tak berubah sama sekali sejak awal," ujar dia.
AS memiliki Undang-Undang Relasi Taiwan (RTA). Berdasarkan UU itu, Washington bisa menjalin hubungan dengan rakyat Taiwan dan pemerintahan pulau itu tanpa menjelaskan spesifik pemerintahan yang dimaksud.
AS selama ini menganggap Taiwan sebagai mitra kunci di bidang keamanan dan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik**Syafira
Berita Terkait :
- Pasukan Elite Putin KO di Ukraina, Salahkan Komandan Militer Rusia0
- Presiden Rusia Putin Dipastikan Tak Hadiri KTT G20 Bali0
- Biden Yakin Xi Jinping Bukan Sekutu Kental Putin Pasti Jaga Jarak0
- Ahli Temukan Terowongan Kuno Diduga Menuju Makam Cleopatra0
- Pemilu Sela AS Diwarnai Ancaman Warga Berpisau di Wisconsin0
_Black11.png)









