- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
Biden Minta Xi Jinping Sama-sama Cari Solusi China-AS di G20 Bali

VokalOnline.Com-- Presiden Amerika Serikat Joe Biden meminta kepada Presiden China Xi Jinping untuk sama-sama mencari solusi terkait perselisihan dua negara saat hadir di konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali.
Biden mengatakan ingin membahas garis merah masing-masing negara di sela-sela pertemuan puncak itu pada 15-16 November.
"Apa yang diyakini sebagai kepentingan nasional krusial China, apa yang saya ketahui sebagai kepentingan krusial Amerika Serikat, dan untuk menentukan apakah mereka bertentangan satu sama lain atau tidak," kata Biden seperti dikutip AFP, Kamis (10/11).
Lebih lanjut, Biden mengungkapkan jika ada konflik ia berharap kedua pihak akan "bekerja sama mencari bagaimana solusinya."
Pada 2020 ini, Biden dan Xi sempat berbincang via telepon, tetapi belum pernah bertemu secara langsung. Kedua presiden itu disebut saling mengenal dengan baik.
Pada 2011 lalu, Biden berkunjung ke China dan menghabiskan waktu bersama Xi. Ketika itu, mereka sama-sama masih menjadi wakil presiden.
Di luar itu, China-AS kerap terlibat dalam perselisihan dan persaingan di berbagai sektor.
Beberapa di antaranya perang dagang, saling tuding melanggar hak asasi manusia, hingga soal Taiwan.
Dalam beberapa kesempatan, Biden mengatakan AS siap berkomitmen membela Taiwan, yang ingin memisahkan diri dari China. Namun, ia juga menegaskan posisi Washington yang mempertahankan kebijakan ambiguitas strategis.
"Prinsip [AS ke] Taiwan tak berubah sama sekali sejak awal," ujar dia.
AS memiliki Undang-Undang Relasi Taiwan (RTA). Berdasarkan UU itu, Washington bisa menjalin hubungan dengan rakyat Taiwan dan pemerintahan pulau itu tanpa menjelaskan spesifik pemerintahan yang dimaksud.
AS selama ini menganggap Taiwan sebagai mitra kunci di bidang keamanan dan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik**Syafira
Berita Terkait :
- Pasukan Elite Putin KO di Ukraina, Salahkan Komandan Militer Rusia0
- Presiden Rusia Putin Dipastikan Tak Hadiri KTT G20 Bali0
- Biden Yakin Xi Jinping Bukan Sekutu Kental Putin Pasti Jaga Jarak0
- Ahli Temukan Terowongan Kuno Diduga Menuju Makam Cleopatra0
- Pemilu Sela AS Diwarnai Ancaman Warga Berpisau di Wisconsin0
_Black11.png)









