- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
- Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil
- 200 Karateka Inkanas Pekanbaru Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Semester I 2026
Pasukan Elite Putin KO di Ukraina, Salahkan Komandan Militer Rusia

VokalOnline.Com-- Pasukan elite Rusia dilaporkan kalah telak dalam pertempuran di Pavlivka, sebelah barat daya Donetsk, Ukraina.
The Moscow Times melaporkan, pasukan elite yang keok di Ukraina itu berasal dari Brigade Infanteri Angkatan Laut Rusia. Dalam laporan itu, para tentara elit menyalahkan para komandan militer mereka.
Pasukan tersebut dikirim ke Pavlivka sejak 2 November sebagai pasukan pemukul. Misi utama mereka adalah mengamankan jalur suplai sehingga aman dari ancaman serangan pasukan Ukraina.
Namun dalam surat yang mereka tulis dan dibocorkan oleh pengamat perang Rusia, Anastasia Kasherova, pasukan elite tersebut mengalami kekalahan telak.
"Kami terlempar ke dalam serangan yang membingungkan," demikian surat yang ditulis prajurit Brigade Infanteri Angkatan Laut Rusia, seperti dikutip dari The Moskow Times.
Koresponden media pemerintah Rusia Alexander Sladkov mengungkapkan surat soal kekalahan pasukan elite itu tanpa mengutipnya secara langsung.
Pasukan marinir dari wilayah Primorye, Vladivostok, kemudian menuding komandan mereka dan kepala distrik militer wilayah timur Rusia memaksakan maju ke Pavlivka tanpa mempertimbangkan kerugian demi mengejar penghargaan pribadi.
"Kami kehilangan sekitar 300 orang yang tewas, terluka, dan hilang dalam empat hari sebagai akibat dari serangan yang direncanakan dan secara seksama oleh para komandan besar," demikian tertulis dalam surat itu.
Analis militer Rob Lee kemudian mengutip laporan dari koresponden perang Rusia, Alexei Sukonkin pada Jumat (4/11) bahwa 63 anggota Brigade itu tewas dalam pertempuran dua hari.
Ia memperkirakan lebih banyak prajurit angkatan laut Rusia telah tewas dibandingkan saat perang Chechnya pada 1990-an.
"Komandan distrik bersama [komandan Brigade] menyembunyikan kenyataan ini karena takut bertanggung jawab. Mereka tak peduli apapun selain pamer. Mereka hanya menyebut tentara sebagai daging [umpan meriam]," demikian tertulis dalam surat itu lagi.
Para tentara yang menderita kekalahan itu kemudian menuduh pemimpin mereka menikmati perlindungan dari Kepala Staf Umum Militer, Valery Gerasimov. Mereka juga meminta Gubernur wilayah Primorye, Oleg Koszhemyako, mengirim komisi independen menyelidiki kelayakan misi di Pavlivka.**Syafira
Berita Terkait :
- Presiden Rusia Putin Dipastikan Tak Hadiri KTT G20 Bali0
- Biden Yakin Xi Jinping Bukan Sekutu Kental Putin Pasti Jaga Jarak0
- Ahli Temukan Terowongan Kuno Diduga Menuju Makam Cleopatra0
- Pemilu Sela AS Diwarnai Ancaman Warga Berpisau di Wisconsin0
- Korsel Beberkan Bukti Korut Diduga Bantu Pasok Rudal ke Rusia0
_Black11.png)









