- 6 Malam Tidur di Lokasi Karhutla, Kapolres Meranti AKBP Gede Adi Padamkan Api Hingga Dini Hari
- PETI Kembali Marak di Sungai Bawang F5, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
- Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
- Hendry Munief Dorong Hilirisasi Industri Kopi Nasional, Liberika Meranti Jadi Sorotan
- Karmila Sari Dorong Percepatan Revitalisasi Sekolah di Riau
- Pemkab Meranti Dorong Produk Unggulan UMKM Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026
- Pelindo Investasi Tingkatkan Akses Terminal Tanjung Harapan, Jalan 169,5 Meter Ditambah Elevasinya
- 36 Mahasiswa ITS Meranti Diwisuda, Pemda Ajak Ikut Membangun Daerah
- Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tabrakan Dua Speedboat di Perairan Sialang Pasung
- Konferensi Pers di Tengah Karhutla 85 Hektare, Polres Meranti Tetapkan Satu Tersangka
DPRD Riau Minta Silpa Hampir Rp1 Triliun di Pemprov untuk Infrastruktur

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) APBD tahun 2021 di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau hampir Rp1 triliun. DPRD Riau meminta anggaran sebesar itu difokuskan kepada pembangunan infrastruktur.
Anggota Komisi IV DPRD Riau Manahara Napitupulu berharap agar usulan itu betul-betul digesa. Rencananya, nanti digunakan untuk perubahan APBD 2022.
"Kita berharap prioritasnya kepada infrastuktur," kata Manahara, Kamis (11/8/2022).
Percepatan pembangunan di Provinsi Riau memang sangat dibutuhkan. Ia mengakui, di APBD perubahan untuk pelaksanaan program yang sifatnya lelang, tidak bisa dilakukan mengingat waktu yang cukup singkat.
Namun masih banyak program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat dengan mekanisme penunjukan langsung. Seperti semenisasi, hingga pembangunan infrastruktur lain yang nilainya kurang dari Rp200 juta.
"Mana yang bisa ditempuh dengan gerak cepat, misal semenisasi pemukiman lingkungan. Itu dibutuhkan juga. Baru pada murni 2023 baru fokus kepada pembangunan infrastruktur yang lelang," kata dia.
Apalagi, masalah infrastruktur ini menjadi persoalan di masyarakat. Saat penyampaian hasil reses anggota DPRD Riau di daerah pemilihan (Dapil) beberapa waktu lalu, juga banyak masyarakat yang mengeluhkan infrastruktur terutama masalah jalan.
Wakil Ketua DPRD Riau Syafaruddin Poti menyebut, keluhan persoalan infrastruktur ini terjadi hampir di seluruh daerah pemilihan (Dapil) atau kabupaten kota di Riau. Seperti di Dapil Pekanbaru, Kampar, Rohul, Rohil, Siak-Pelalawan, Kuansing-Inhu, serta Inhil.
"Ada beberapa rekomendasi, kalau kita ambil kesimpulan, persoalan yang diminta masyarakat itu adalah infrastruktur, jalan dan jembatan," kata Poti.
Di Tembilahan, masalah jembatan banyak dikeluhkan,termasuk jembatan di Kecamatan Manda yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Hal serupa juga dikeluhkan di Rohil, banyak jalan yang jadi persoalan.
"Rohul juga jalan, Kampar juga jalan. Di Dumai di tengah kota kata pak sunaryo itu ada jalan yang tidak bisa dilewati," kata Poti.
Kemudian masalah banjir di wilayah pesisir. Namun apakah kewenangan Pemprov Riau untuk membuat penahan tebing. "Di daerah aliran sungai, itu juga menjadi keluhan masyarakat. Jadi yang utama infrastruktur. Jalan, jembatan dan irigasi," jelasnya. (***)
Berita Terkait :
- Pembangunan Tuntas Peresmian Tol Pekanbaru-Bangkinang Tunggu Jadwal Presiden0
- Gubri Berikan Motivasi Siswa dan Guru0
- Pemerintah Pusat Optimistis PT BSP Mampu Kelola Migas0
- Polisi Tembak Jambret Tewaskan Korbannya0
- Kakek Cabuli Cucu Berulang Kali Ditangkap0
_Black11.png)









