- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Oktober 2026, JMSI Riau Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
- Karmila Sari Dorong Sekolah Garuda Cetak Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas
- Cabor Karate Dumai Tegaskan Tidak Dukung Aci sebagai Calon Ketua KONI
- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
- Giat Dasawisma RT 03/08 Tobek Godang Sempena HUT RI ke-81
- Pelatihan Jurnalistik Digital, Koneksi Tingkatkan Kompetensi di Era Media Digital
Jokowi soal Ancaman Pandemi Baru di G20: WHO Harus Lebih Bertaring

VokalOnline-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lebih diperkuat dan lebih garang lagi dalam mencegah darurat kesehatan global di masa depan.
Jokowi mengatakan belajar dari pandemi Covid-19, dunia harus lebih memperhatikan kesiapan arsitektur kesehatan global.
"Dunia semakin pulih dari Covid-19. Namun, kita tidak boleh lengah, darurat kesehatan berikutnya bisa muncul kapan saja. Kali ini dunia harus lebih siap, kesigapan kita akan menyelamatkan nyawa dan perekonomian kita," kata Jokowi dalam pembukaan sesi kedua KTT G20 di Nusa Dua, Bali, pada Selasa (15/11).
Jokowi menuturkan pertama-tama arsitektur kesehatan global harus diperkuat.
"(Salah satunya) kita perlu WHO yang lebih kuat dan bertaring," ucap Jokowi lagi.
Selain itu, Jokowi juga menegaskan solidaritas dan keadilan harus menjadi ruh dalam membentuk arsitektur kesehatan global.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengumumkan bahwa G20 juga berhasil menciptakan mekanisme pandemic fund.
Menurutnya, ini perlu ditambah dengan kontribusi pendanaan agar berfungsi optimal dalam menangani segala ancaman kesehatan global.
"Indonesia berkomitmen US$50 juta (dalam pandemic fund). G20 ikut mengawal proses pebentukan traktat pandemi. Ini penting untuk memperkuat kesiapan di tingkat nasional, kawasan, dan global," ujar Jokowi.
Akhir pekan lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan tiga negara G20 telah menyatakan komitmennya menyuntikkan dana untuk pandemic fund. Negara-negara tersebut adalah Australia, Prancis, dan Arab Saudi.
Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers 2nd G20 Joint Finance and Health Ministers Meeting di Nusa Dua, Bali, Sabtu (12/11).
Sri Mulyani menuturkan komitmen masing-masing negara akan diumumkan oleh kepala negara di sela-sela KTT G20 ini.
Dari data terakhir, pandemic fund membutuhkan US$31,3 miliar per tahun dan saat ini baru terkumpul US$20,6 miliar. Artinya, masih ada kekurangan dana sebesar US$10 miliar.Namun, Indonesia meyakini jumlah bantuan komitmen ini akan bertambah sepanjang KTT G20 berlangsung. Nantinya, dana ini akan disimpan oleh trustee, dalam hal ini Bank Dunia.**Syafira
Berita Terkait :
- Bocoran Deklarasi G20 Bali: Negara Kompak Kecam Putin Invasi Ukraina0
- Sindir Putin, Zelensky Sebut G19 Bukan G20 di Depan Jokowi-Biden0
- AS: Anggota KTT G20 Bakal Ramai-ramai Kecam Perang Rusia di Ukraina0
- Crazy Rich Mackenzie Scott Donasi Rp31 T dalam 7 Bulan Terakhir0
- Rusia Ogah Bahas Isu Keamanan di Bali: KTT G20 Itu Fokus soal Ekonomi0
_Black11.png)









